jenazah-korban-pembantaian-di-Aleppo

Setidaknya 68 pria yang terdiri dari pemuda dan remaja ditemukan tewas dibantai dengan tembakan di kepala dan leher dalam keadaan tangan mereka terikat di kota Aleppo, Suriah.

Mayat-mayat tersebut ditemukan di sungai Quweiq, yang memisahkan kota Bustan Al-Qasr kabupaten Ansari di barat daya kota Suriah.

Seperti dilansir AFP, Rabu (30/1/2013), seorang kapten Tentara Suriah di tempat kejadian mengatakan, sedikitnya 68 mayat telah ditemukan dan masih banyak lagi korban yang harus diseret dari dalam air.

“Sampai sekarang kami telah mengangkut 68 mayat, sebagian dari mereka remaja. Tapi masih ada 100 orang lagi di dalam air dan kami berusaha untuk memulihkan mereka,” ujar kapten Abu Sada.

Seorang relawan sambil membantu memuat salah satu mayat di truk mengatakan ,”Kami tidak tahu siapa mereka karena tidak ada ID pada mereka.”

Setidaknya 15 mayat sudah diangkut ke dalam truk. Abu Sada mengatakan, mereka akan dibawa ke rumah sakit dimana para keluarga kerabat dapat mengidentifikasi mereka.

“Bagi yang tidak teridentifikasi akan dimakamkan di pemakaman umum,” katanya.

Laporan awal aktivis, seperti dilansir Reuters, Selasa (29/1/2013) para remaja dan pemuda itu ditembak mati, dalam keadaan tangan mereka terikat di sebuah distrik di kota itu.

Obervatorium HAM Suriah mengatakan bahwa jumlah kematian bisa meningkat hingga 80 orang. Belum jelas siapa yang melakukan pembantaian ini.

Para aktivis oposisi memposting sebuah video yang menunjukkan seorang pria sedang merekam 51 jenazah pria di pinggir Sungai Queiq di lingkungan Bustan al-Qasr.

Jasad-jasad tak bernyawa itu mengalami luka tembak di kepala mereka, dan tangan mereka dalam keadaan terikat. Darah mengalir dari kepala mereka dan beberapa terlihat masih sangat muda, kemungkingan usia remaja.  Mereka memakai celana jeans, kemeja dan sepatu kets.

Selain belum jelas siapa pelaku eksekusi ini, juga belum diketahui pasti identitas para korban. (salam online)