Abdul-Aziz

Di penghujung Rabu kemarin, 23 Januari 2013, para relawan hak asasi yang tergabung dalam Local Coordination Committees (LCC) mendata: jumlah warga Suriah yang syahid, insya Allah, dalam sehari mencapai 146 orang termasuk 15 anak dan 13 orang wanita.

Sebanyak 74 syuhada ditemukan di Aleppo, 23 syuhada di Damaskus dan kawasan-kawasan pinggirannya, 12 syuhada di Homs, 11 di Dara’a, 9 di Hama, 6 di Hasakah, 2 orang syuhada masing-masing di Deir Ezzur dan Lattakia, dan masing-masing satu orang syahid di Raqqah dan Sweida.

Ini menambah panjangnya deretan nama warga Suriah yang dibantai dengan berbagai modus pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan rezim. Pada hari sebelumnya, Selasa 22 Januari 2013, diperkirakan yang gugur syahid mencapai lebih dari 170 orang.

LCC juga melaporkan, telah terdokumentasi setidaknya ada 253 titik di seluruh kawasan di Suriah yang dirudal oleh rezim Basyar al-Assad, termasuk 19 titik yang menjadi target penyerangan udara dari berbagai jet dan helikopter tempur. Sebanyak 2 titik diserang dengan bom thermobaric, sementara di salah satu titik diserang dengan bom thermobaric dan fosfor sekaligus.

Bom thermobaric adalah bom yang menimbulkan efek ledakan yang jauh lebih lama dan lebih luas daripada bom biasa, dan karenanya menyebabkan jatuhnya korban lebih lama dan lebih banyak.

Semua aksi gila ini ini masih ditambah pula dengan penyerangan dengan senjata artileri di setidaknya 117 titik, termasuk 75 dengan mortir dan 66 dengan rudal.

Dan akhirnya, masih ada pula pembantaian yang dilakukan oleh para penembak jitu–snipers–rezim Basyar al-Assad. Termasuk dalam korban anak-anak kemarin adalah Abdul Aziz Abdul Jalil Samarah al-Miqdad yang baru berusia enam tahun. Abdul Aziz syahid karena tembakan sniper di bagian kepalanya.

Abdul Aziz adalah satu saja dari 4 ribuan syuhada anak-anak yang dibantai dalam masa 22 bulan revolusi ini. (Salam Online)