muslim-rohingya

Pemerintah Thailand pada hari Jum’at malam (11/1) mengumumkan pembebasan hampir 700 orang Muslim Rohingya dari sekapan orang-orang yang terlibat dalam profesi perdagangan manusia (human trafficking).

Kantor berita Amerika “ABC News” mengutip dari polisi Thailand, bahwa pihak berwenang menggerebek sebuah gudang di Distrik Sadao, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan, kemarin pagi, dan menemukan 307 orang Muslim Myanmar. Sementara 397 lainnya ditemukan di dua tempat penyekapan yang berbeda. Dan pihak berwenang menangkap delapan orang yang diyakini bahwa mereka terlibat dalam perdagangan manusia (human trafficking).

Di bagian lain, kaum Muslim Rohingya yang berhasil diselamatkan menyatakan bahwa mereka datang ke Thailand dengan niat untuk pindah ke negara lain, karena untuk melarikan diri dari kekerasan dan aksi-aksi represif yang mereka hadapi di dalam kekuasaan pemerintah dan umat Buddha, namun di Thailand justru mereka disekap oleh orang-orang yang terlibat dalam perdagangan manusia (human trafficking).

Para pejabat di Thailand, seperti yang dikatakan kantor berita Rohingya, bahwa mereka akan mendeportasi kaum Muslim Rohingya ke Myanmar. Sementara beberapa organisasi menyerukan kepada pemerintah Thailand untuk tidak mendeportasi mereka ke Myanmar agar mereka tidak kembali menjadi sasaran pelanggaran dan diskriminasi sektarian di tangan umat Buddha (HTI)