tucuxi

Mobil sport listrik Tucuxi saat diperkenalkan di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Ahad (23/12).

JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan semakin aneh dalam membuat sensasi. Setelah dituding mencuri teknologi pencipta Ferrari Tucuxi Danet Suryatama, kali ini menggelar  upacara klenik.

pamer tuxuci

Seperti dilansir Republika, Sabtu (5/12) yang menerima keterangan rilis ruwat. Mobil listrik Tucuxi di ruwat di Solo dalam sebuah upacara mandi kembang yang dilakukan oleh Dalang terkenal yaitu Ki Manteb Sudarsono. “Acara Murwat Kolo Itu dilakukan agar Mobil Tucuxi terhindar dari Segala bahaya, bala dan fitnah dari manapun,” kata keterangan itu. “Upacara Murwat Kolo tersebut akan diadakan tepat pada pukul 13:11 WIB,  karena menurut hitungan Tahun Soko itu saat yang paling tepat untuk upacara Murwat Kolo.”

Tak main-main, mandi air kembang untuk mobil listrik ini menggunakan air yang diambil dari 4 sumber mata air dari empat penjuru mata angin di Solo.

Usai menjalani prosesi ritual, mobil listrik Tucuxi yang dikendarai oleh Dahlan kemudian menuju ke Surabaya yang akan  melewati rute Tawangmangu, Sarangan dan Magetan. Direncanakan mobil karya anak bangsa ini akan bermalam di Kabupaten Magetan, tempat kelahiran Dahlan Iskan. Keesokan harinya ia baru akan melanjutkan test ride ke Surabaya.

mobil-tucuxi-ruwat

Meski sudah diruwat Ki Mantep, namun Allah  menunjukan tanda-tanda kekuasaannya.  mobil listrik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan malah dirundung masalah. Mobil listrik Tuxuci itu mengalami rem blong dan menabrak tebing hingga ringsek  bagian depannya  di Magetan, Jawa Timur Sabtu (5/1).Menteri (BUMN) Dahlan Iskan  Selamat  Kejadian ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

ferari_dahlan5

Seperti yang dilansir  detik.com Sabtu (5/1), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sengaja menabrakan mobil listriknya ke tebing gara-gara rem blong. Upaya ini dilakukan supaya mobil yang sulit dikendalikan itu tidak mencelakai orang lain.

“Saya tabrak tebing supaya tidak mencelakai orang lain, soalnya kalau tidak begitu nanti bisa nabrak siapa saja. Mungkin saya bisa meninggal atau celaka tapi tidak mencelakai orang lain, risiko ini sudah dihitung,” ujar Dahlan.
Berikut ini  kronologi :

Pukul 13.35 WIB

-Mobil Dahlan Iskan melaju dari Solo. Mobil itu sebelumnya diberi doa tolak bala yang dipimpin oleh dalang senior Ki Manteb Sudharsono. Mobil itu disiram dengan air dari 4 penjuru Solo.

Pukul 14.30 WIB

Mobil melaju di tanjakan Tawangmangu. Mobil mulus melaju. Tidak ada gangguan pada kendaraan itu.

“Sehingga ketika sampai di puncak saya rasa sudah selesai ini uji coba, semuanya sudah bagus,” kata Dahlan.

Pukul 14.45 WIB

-Mobil mulai mengalami kendala. Kala melahap turunan, Dahlan menyadari bahwa rem tidak berfungsi.

“Ketika menuruni sangat tajam di Sarangan tidak masalah, tapi setelah di bawah Sarangan tiba-tiba rem seperti tidak berfungsi. Saya injak-injak rem tidak berfungsi, rem tangan juga saya coba tidak berfungsi,” jelas Dahlan.

Pukul 15.00 WIB

-Dahlan merasa laju kendaraan semakin kencang dan bahaya. Hingga akhirnya dia mengambil jalan cepat. Dia menabrakkan mobil itu ke tebing.

“Saya berpikir cepat apa yang harus saya lakukan. Saya tabrak tebing supaya tidak mencelakai orang lain. Soalnya kalau tidak dihentikan nanti bisa nabrak siapa saja,” imbuhnya.

Mobil setelah menabrak tebing, kemudian menabrak tiang listrik, dan berhenti setelah menabrak Panther. Dahlan dan Riki selamat. Dahlan hanya kehilangan kacamata. Kemudian dia turun dan menyapa pemilik Panther yang mobilnya sedang parkir.

Pukul 15.30

-Dahlan Iskan dan rombongan kembali melanjutkan. Dahlan menumpang mobil rombongan yang lain. Dia menuju Magetan ke kampung halamannya. Sedang Tuxuci masih disimpan di lokasi diamankan polisi.

(Berbagai Sumber)