hatta jumpa pers

Jakarta – Tadi Pagi  Selasa (1/1/2013) sekitar pukul 06.00 WIB ,  putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa  bernama Rasyid Amrullah terlibat dalam kecelakaan maut di Tol Jagorawi. Kecelakaan itu bermula ketika Luxio bernopol F 1622 CY yang sedang melaju dengan kecepatan sedang di ruas dua jalan tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor  diseruduk dari arah belakang  oleh BMW bernopol B 272 HR dikemudikan Rasyid Amrullah yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Dua orang penumpang Luxio yang duduk di kursi belakang meninggal. Mereka adalah Harun (57) dan Raihan (14 bulan). Selain dua orang tersebut, juga terdapat 3 korban di mobil Luxio, yang mengalami luka-luka, yakni Rival (8 tahun), Nung (32 tahun), dan Supriyati (30 tahun). Kasus kecelakaan ini ditangani Polda Metro Jaya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa langsung  menggelar jumpa pers terkait kecelakaan yang menimpa anaknya yang  menewaskan dua orang. Dalam penjelasannya, Hatta menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas musibah tersebut.

Jumpa pers disampaikan langsung oleh Hatta di kediaman pribadinya di Komplek Fatmawati Golf Mansion, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (1/1/2012). Istri Hatta, Oktiniwati Ulfa Dariah dan anaknya, Reza Rajasa turut mendampingi Hatta.

Berikut penjelasan lengkap Hatta Rajasa:

Kami keluarga besar mendapatkan musibah terjadinya kecelakaan yang melibatkan putra kami, Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa yang terjadi pagi hari tadi yang menimbulkan korban jiwa dua orang meninggal dunia, innalilahi wa inna ilahi rajiun. Kami sekeluarga sungguh sangat terpukul atas kejadian tersebut, kami merasa sedih, atas meninggalnnya dua saudara kita.

Kami sekeluarga berbela sungkawa yang sangat dalam atas meninggalnya dua saudara tersebut. Keprihatinan yang dalam ini dan sekaligus kami menyampaikan maaf yang sedalamnya atas kejadian tersebut yang tidak kita kehendaki sama sekali. Setelah mendengar berita itu, maka saya meminta kepada keluarga, yang pertama agar segera memberi pertolongan dan bantuan kepada korban baik yang luka maupun yang meninggal. Saya meminta untuk tunggu sampai keluarga yang ditinggalkan datang sampai sore dan malam hari.

Saya ingin hadir nanti meminta maaf kepada keluarga korban yang di Sukabumi dan Tangerang, sebagai rasa cinta kami dan duka kami, dan sekaligus permohonan maaf kepada keluarga yang tidak sama sekali kami kehendaki.

Putra kami Rasyid sebetulnya sedang dalam perawatan maag yang cukup berat, dan saat ini setelah terjadi peristiwa ini mengalami trauma psikologis yang sangat dalam dan berat. Saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Saya mohon doa restu saudara sekalian agar kami dapat tabah menerima musibah ini dan sekaligus mendoakan kepada keluarga almarhum yang tertimpa musibah pula, agar arwahnya diterima di sisi Allah SWT dan kami akan terus memberikan perhatian yang tinggi kepada keluarga korban dan juga yang sedang dirawat di rumah sakit.

Kami baru sampaikan malam ini karena perhatian saya tertuju semua pada keluarga korban, sungguh saya merasa sedih atas kejadian ini. Saya datang ke keluarga korban tadi, dan kami akan memberikan perhatian.

Kami serahkan seluruh proses ini kepada kepolisian dan saya mohon doa restu agar putera kami segera pulih agar dia dapat menghadapi proses hukum yang berjalan di tanah air ini. Sekali lagi kami sampaikan terimakasih, dan saya sungguh mohon maaf kepada keluarga korban dan masyarakat yang memberikan perhatian yang tinggi atas peristiwa ini. Musibah ini kami terima dan sekali lagi saya pun mohon maaf atas kejadian ini.

(Berbagai sumber)