joko

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mengecek  gorong-gorong di kawasan Bundaran HI, Jakarta (26/12).

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo  berencana  membuat terowongan sebagai solusi permasalahan bajir di Ibu Kota. “Deep tunnel, smart tunnel, terowongan atau waduk air bawah tanah,” kata dia .

Menurut Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Ahmad Husein Alaydrus , Joko Widodo atau Jokowi yang berencana membuat terowongan bawah tanah sepanjang MT Haryono sampai Pluit dalam mengatasi banjir di ibukota hanya asal bunyi atau asbun.

“Itu asal bunyi (asbun) saja,” kata Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta Achmad Husein Alaydrus, Jumat (28/12) sebagaimana dikutip dari merdeka.com.

Kata Husein Alaydrus, dalam pembuatan terowongan bawah tanah itu harus ada tim ahli, evaluasi dan teknologi yang digunakan. “Harus ada ahlinya yang meneliti, nanti evaluasinya seperti apa? Teknologinya bagaimana? Emang dia pikir kaya pat-pat gulipat tinggal lipat aja,” ujarnya.

Menurut Husein Alaydrus, dalam pembuatan terowongan bawah tanah harus koordinasi dengan Pemerintah Pusat, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Lingkungan Hidup. “Rencana itu harus bekerja sama dengan stake holder yang ada. Masih mimpilah,” jelas Husein Alaydrus.

Kata Husein Alaydrus proyek yang menelan anggaran cukup besar itu harus dibicarakan dengan DPRD DKI. “Harus bicarakan dengan dewan,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun deep tunnel sebagai terobosan mengatasi banjir. “Terobosannya itu Deep Tunnel, tidak ada yang lain,“ ujar gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kamis (27/12).

Jokowi mengatakan akan memutuskan proyek ini awal Januari 2013. Menurutnya, terowongan bawah tanah akan dibangun lurus dari MT Haryono hingga Pluit. Selain itu, Jokowi mengatakan, jika hanya terus bertumpu pada cetak biru tidak ada terobosan, maka berpuluh-puluh tahun akan terjadi banjir.