ratna-sarumpaet1

Upaya Ratna Sarumpaet untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) tidak pernah berhenti. Kali ini Ratna menggalang petisi pembubaran FPI. Petisi itu akan dilayangkan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, c.q Kapolri.

Seperti dilansir  itoday (28/12). Petisi pembubaran Front Pembela Islam (FPI) yang digalang Ratna Sarumpaet merupakan pesanan pihak asing. FPI banyak menggagalkan proyek-proyek yang digarap Ratna Sarumpaet, salah satunya konser Lady Gaga di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Sekjen DPP FPI Ustad, Awid Masyhuri, kepada itoday (28/12). “Mengapa Ratna Sarumpaet getol ingin membubarkan FPI. Jangan-jangan dia dapat dana dari asing. Saya anggap Ratna Sarumpaet orang yang tidak punyak otak,” tegas Awid.

Menurut Awid, membubarkan FPI tidak semudah yang dikatakan Ratna Sarumpaet. Ada mekanisme untuk membubarkan FPI, salah satunya ada pelanggaran. Misalnya pelanggaran terkait adanya aliran dana dari pihak asing.

Terkait tuduhan Ratna, yang menyatakan FPI telah mengganggu misa Natal di depan Masjid Ungaran, Semarang, Awid menegaskan, Ratna asal bicara karena tidak melihat kejadian sesungguhnya. “Melakukan misa Natal di alun-alun yang berhadapan dengan masjid, apa ini tidak provokatif? Tuduhan Ratna Sarumpaet itu ngawur, apakah Ratna Sarumpaet sudah datang ke lokasi, atau hanya kabar saja?” pungkas Awid.

Diberitakan sebelumnya, petisi Pembubaran FPI yang digalang Ratna Sarumpaet sudah tembus 2.426 pendukung. Petisi itu akan dilayangkan kepada Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, c.q Kapolri. Ratna menggalang petisi pembubaran FPI, salah satunya menggunakan akun Twitter  @RatnaSpaet.

Dalam pengantar petisi itu disebutkan bahwa FPI mempunyai Laskar Pembela Islam (LPI), sayap paramiliter, yang bertugas melakukan aksi-aksi kekerasan FPI dan itu diketahui Pemerintah/Kepolisian.  Atas perilaku FPI yang meresahkan masyarakat itu, melahirkan tuntutan masyarakat agar Pemerintah membubarkan Ormas ini.

Di bagian lain dikatakan, “negara/Polisi, termasuk Presiden seolah tidak punya wibawa menghadapi FPI. Seolah tidak punya kemauan membubarkannya, sampai-sampai kita merasa ada unsur kesengajaan atau pembiaran”.

“Membiarkan brutalitas FPI sama artinya dengan menghancurkan ke-Indonesia-an, dan menghilangkan nilai-nilai keadaban yang terangkum dalam empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.”  Tulis Ratna Sarumpaet.

Read more about Tuduhan by www.itoday.co.id