A London bus operated by Arriva

Arriva adalah salah satu operator bus yang  menawarkan perjalanan gratis kepada orang-orang menganggur

Para pengangguran di Inggeris disediakan bus gratis  guna  membantu mereka mencari pekerjaan.  Orang yang berhak menaiki bus gratis yang diorganisasi dengan koalisi badan trasportasi Inggris adalah mereka yang sudah menganggur selama tiga bulan hingga setahun pada Januari mendatang, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (10/12)

Gerakan ini diharapkan dapat membantu para pencari kerja untuk lebih mudah pergi kesana kemari dalam mencari pekerjaan, wawancara, dan training. Hampir setengah dari pengangguran tidak punya mobil pribadi, kata grup Greener Journey yang memulai inisiatif tersebut.

Inisiatif tersebut dimulai saat penelitian baru mengemukakan bahwa sekitar delapan juta orang tidak punya pekerjaan tahun ini, termasuk pengangguran, tidak aktif secara ekonomi, dan setengah menganggur. Tingkat orang yang kekurangan pekerjaan sebanyak 23.2 persen, tiga kali lebih tinggi daripada pengangguran.

Di Inggris ada lebih dari 2.5 juta orang menganggur, tiga juta setengah menganggur, dan 2.3 juta orang tidak aktif secara ekonomi, sesuai studi The Jobs Economist.

Orang-orang yang memenuhi syarat bis gratis harus memiliki JobCentre Plus Travel Discount Card yang sudah memberi diskon 50 persen.

Beberapa operator bus yang berpartisipasi adalah Arriva, First, Go-Ahead, National Express dan Stagecoach yang melingkupi 70 persen rute di Inggris, Wales, dan Skotlandia.

Menteri Transportasi Norman Baker mengatakan, “Servis bis yang baik berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan membantu orang-orang yang bepergian mencari kerja dan kesempatan mengikuti  pelatihan.”

Pengangguran di Inggris dikabarkan telah meningkat ke level tertinggi selama lebih dari 12 bulan dalam 16 tahun terakhir. Data dari Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan jumlah penduduk yang menganggur selama lebih dari satu tahun terakhir meningkat dari 27.000 menjadi 887.000 orang, ini merupakan jumlah tertinggi sejak 1996.

Dalam tiga bulan terkahir, sepertiga dari jumlah orang yang menganggur telah keluar bekerja selama lebih dari setahun.

Data yang mengecewakan datang dari lembaga statistik pemerintah yang mengumumkan penurunan kecil angka pengangguran. Beruntung masih terjadi peningkatan jumlah orang yang bekerja paruh waktu.

Total pengangguran seluruhnya di Inggris mencapai 2,6 juta orang pada akhir Maret 2012. Sementara jumlah pencari kerja pada April 2012 turun sebesar 13.700 orang.

Meskipun terjadi peningkatan jumlah pekerja dari  105.000 menjadi hampir 30 juta orang, ini sepenuhnya karena kenaikan pekerja paruh waktu.

Hampir delapan juta orang saat ini bekerja paruh waktu, angka ini adalah yang tertinggi sejak 1992. Sementara warga  yang bekerja paruh waktu karena tidak dapat menemukan pekerjaan penuh waktu naik dari 73.000, ke rekor tinggi sebesar 1,4 juta orang.

Muslim Inggeris

Dilansir dari telegraph.co.uk,The Pew Forum on Religion and Public Life memperkirakan hingga saat ini ada sekitar 2.869.000 muslim di Inggris atau 4,6 persen dari total populasi. Angka ini melonjak jauh dari sensus 2001 yang hanya mencatat ada1.647.000 pemeluk Islam di negeri itu.

Namun, jumlah itu jika dibandingkan dengan Muslim di seluruh dataran Eropa masihlah relatif kecil. Bahkan Inggris berada di posisi ketiga setelah Jerman yang mencatat ada 4.119.000 Muslim (5 persen). Disusul Prancis yang mempunyai 3.574.000 penduduk Muslim. Namun perkembangan Islam di dua negara itu tidak sepesat di Inggris.

Pertumbuhan umat muslim ini, menurut survei UK Labour Force karena tingkat kelahiran dan jumlah migrasi warga Muslim Inggris yang sangat besar ke berbagai daerah di Eropa. Hal ini juga dicermati survei surat kabar The Times di Inggris yang dilakukan oleh Labor Force Survey, populasi penduduk muslim di Inggris meningkat sebanyak 500 ribu dalam jangka waktu empat tahun terakhir. Pertumbuhan muslim pada periode 2004-2008 itu, menurut data dari kantor statistik Inggris, adalah 10 kali lipat jika dibandingkan dengan agama-agama lain.

Namun Islamophobia masih menggejala di Inggeris dan Negara Eropa lainnya. Sikap intoleran, diskriminasi dan berbagai tindakan yang menunjukkan pemusuhan terhadap umat Islam masih tinggi.

Misalnya, belum lama ini kasus permusuhan dialami sebuah keluarga Muslim di bilangan Bingham, Inggeris. Sebuh grafiti penghinaan telah dicat di luar rumah sebuah keluarga Muslim Inggris di Bingham Inggris, beberapa minggu setelah salib yang terbungkus daging babi asap ditinggalkan di depan pintu rumah mereka.

“Anak-anak saya takut dan menangis,” kata ayah Muslim (39 tahun) mengatakan kepada BBC News Online. “Mereka sangat takut akan hidup mereka.”

Grafiti ofensif menyerang Islam dan Allah dicat di jalan rumah keluarga tersebut pada hari Sabtu pagi lalu. (8/12)

Serangan tersebut bukanlah yang pertama terjadi terhadap keluarga yang baru saja pindah ke Bingham Oktober lalu setelah terjadinya perpisahan antara suami istri di keluarga itu.

Sang suami mengatakan ia sekarang harus bergerak dalam upaya melindungi keluarganya. Sang istri 31 tahun dan dua putranya, berusia delapan dan sepuluh tahun, mengatakan mereka telah mengalami lima atau enam insiden rasis pada saat mereka pindah ke Bingham.

Serangan terbaru terjadi tiga minggu lalu ketika keluarga itu menemukan salib terbungkus daging babi di depan pintu rumah mereka. “Dua hari setelah insiden pertama saya melihat anak tertua di laptop melihat peta, mencari jalan keluar dalam kasus yang tidak beres ini,” ujar sang ayah.

“Saya bahkan bukan seorang Muslim yang terlalu taat, jadi apa yang terjadi pada keluarga saya adalah lelucon.” Ayah Muslim tersebut percaya bahwa serangan tersebut ditujukan kepada istrinya.

“Jelas mereka menargetkan istri saya,” katanya. “Saya berkesimpulan begitu karena cara dia berpakaian dalam pakaian tradisional Asia, dengan hiasan kepala tradisional.”

Permusuhan terhadap Muslim Inggris, yang jumlah muslimnya diperkirakan mencapai hampir 2,5 juta, telah meningkat sejak tahun 2005.

Data polisi menunjukkan bahwa ada 1.200 serangan anti-Muslim dilaporkan di Inggris pada tahun 2010. Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh surat kabar Financial Times, menunjukkan bahwa Inggris adalah negara yang paling mencurigai Muslim. Sedangkan sebuah jajak pendapat dari Evening Standard menemukan bahwa bagian yang cukup besar dari penduduk London memiliki opini negatif tentang Muslim.

Dalam satu dekade terakhir ini misalnya, Inggris memimpin pertumbuhan pesat kaum Muslim di Eropa. Dari sensus penduduk yang dilakukan sejak 2001, jumlah Muslim di negara Ratu Elizabeth ini meningkat sekitar 74 persen. Suatu jumlah yang fantastis tentunya, mengingat 2001 adalah kali pertama didengungkan sloga Islam sebagai teroris buah dari peristiwa pemboman dua menara kembar di New York, Amerika.

Dilansir dari telegraph.co.uk,The Pew Forum on Religion and Public Life memperkirakan hingga saat ini ada sekitar 2.869.000 muslim di Inggris atau 4,6 persen dari total populasi. Angka ini melonjak jauh dari sensus 2001 yang hanya mencatat ada1.647.000 pemeluk Islam di negeri itu.

Namun, jumlah itu jika dibandingkan dengan Muslim di seluruh dataran Eropa masihlah relatif kecil. Bahkan Inggris berada di posisi ketiga setelah Jerman yang mencatat ada 4.119.000 Muslim (5 persen). Disusul Prancis yang mempunyai 3.574.000 penduduk Muslim. Namun perkembangan Islam di dua negara itu tidak sepesat di Inggris.

Pertumbuhan umat muslim ini, menurut survei UK Labour Force karena tingkat kelahiran dan jumlah migrasi warga Muslim Inggris yang sangat besar ke berbagai daerah di Eropa. Hal ini juga dicermati survei surat kabar The Times di Inggris yang dilakukan oleh Labor Force Survey, populasi penduduk muslim di Inggris meningkat sebanyak 500 ribu dalam jangka waktu empat tahun terakhir. Pertumbuhan muslim pada periode 2004-2008 itu, menurut data dari kantor statistik Inggris, adalah 10 kali lipat jika dibandingkan dengan agama-agama lain.(IO)