bmursi batalkan deklarasi

Presiden  Mesir Muhammad Mursi, Sabtu (8/12/2012) membatalkan deklarasi konstitusional yang dikeluarkannya bulan lalu dalam upaya untuk memperluas kekuasaannya, tetapi efek dari deklarasi tersebut akan tetap berjalan, seorang pejabat mengatakan pada sebuah konferensi pers di Kairo.

Sebuah referendum rancangan konstitusi akan tetap berlanjut seperti yang direncanakan pada 15 Desember mendatang, ujar seorang politisi Islam Selim al-Awa, ketika ia menyampaikan substansi dari pertemuan antara Mursi dan para pemimpin politik.

Gamal Fahmi, anggota Sindikat Wartawan Mesir, mengatakan kepada Al Arabiya bahwa mereka yang ikut ambil bagian dalam pembicaraan dengan Mursi mewakili diri mereka sendiri, menambahkan bahwa deklarasi konstitusi baru tidak menyentuh masalah yang “mendasar”.

George Ishak, aktivis dan anggota Partai Konstitusi, juga mengatakan kepada Al Arabiya bahwa deklarasi Mursi tidak menawarkan hal-hal baru apapun. “Tuntutan rakyat sangat tinggi, dan deklarasi konstitusi tidak menjawab tuntutan masyarakat.”

Dia mengatakan para aktivis akan membahas cara-cara baru untuk meningkatkan tekanan terhadap Presiden.

Front Keselamatan Nasional menolak keputusan Presiden Mursi untuk membatalkan keputusan sebelumnya sebagai upaya menyelamatkan muka.

Gerakan pemuda 6 April juga menolak langkah Mursi, mengatakan bahwa ia gagal untuk mengatasi konstitusi, yang akan direferendumkan pada 15 Desember.

Keputusan kontroversial yang dikeluarkan 22 November lalu telah menempatkan keputusan Mursi melampaui judicial review – sehingga dirinya dikecam sebagai diktator oleh oposisi. (Islampos)