Aceng

JAKARTA —Ada dua orang mantan istri Aceng yang muncul ke permukaan yaitu Fany Oktora dan Shinta Larasati, gadis asal Karawang, Jawa Barat.  Keduanya  sama sama muda, Fany Oktora berumur 18 tahun.  usia pernikahan dengan  Aceng hanya 4 hari sedangkan Shinta,  Larasati gadis asal Karawang yang berusia 21 tahun ketika dinikahi Aceng, usia pernikahan 2 bulan.

Mungkinkah ada yang lain lagi.., namun tidak muncul kepermukaan karena berbagai pertimbangan..?  Ada apa dengan manajemen seksual Bupati Garut Aceng HM Fikri? Itulah pertanyaan publik saat ini setelah dua kasus nikah singkat  muncul ke permukaan.

Menurut  psikiater Prof Dr Dadang Hawari seperti yang dilansir harian terbit 7.12.12. “Kesehatan moral Aceng terganggu, khususnya menyangkut manajemen seksualnya sangat buruk. Bisa juga disebut ada kelainan seks. Dia tergolong manusia yang tak tahan mengendalikan nafsu seksnya, kemudian mencari pelampiasan dengan cover Agama atau membuat dalih nikah siri agar tidak melanggar Agama,” i.

Dadang mengemukakan, pernyataan Aceng di TV dia menikahi Fany karena ada hambatan psikologis untuk berhubungan dengan isteri pertamanya, mestinya dia konsultasi dengan psikiater atau psikolog untuk mengatasi hambatan psikologis itu. Bukan diselesaikan sendiri dengan mengawini wanita lalu dicerai dalam waktu singkat melalui SMS.

Secara terpisah, ayah Shinta, Bambang Koosbayono juga akan melaporkan bupati Garut itu ke Bareskrim Mabes Polri. Shinta adalah perempuan yang dinikahi Aceng pada 13 maret 2011 lalu. Namun pada 28 Juni 2011, Aceng menjatuhkan talak atau cerai kepada Shinta.

MENIPU
Tak hanya soal urusan perempuan, Aceng juga diduga terlibat kasus penipuan terhadap calon wakil bupati Asep Rahmat Kurnia. Kepada pers Asep bersyukur akhirnya Polda Jawa Barat akan memanggil Aceng ke Mapolda Jawa Barat, Jumat (7/12).

“Saya mendapat konfirmasi dari pihak Polda Jabar bahwa Aceng dipanggil oleh Polda, berkaitan dengan pemeriksaan atas laporan yang saya buat. Dan saya diminta hadir ke Polda Jabar pada hari Jumat,” kata Asep Rahmat Kurnia.

Ia menjelaskan, dalam laporannya di SPKT yakni Nomor LPB/381/V/2012/Jabar dengan terlapor Aceng Fikri dan Chep Maher, Asep menyebutkan telah menyetor uang sebesar 25 ribu US Dolar Amerika atau setara dengan Rp250 juta ke Bupati Garut sebagai jaminan pendaftaran.

“Tapi, sehari sebelum pemilihan calon wakil bupati, staf khusus Bupati meminta kenaikan menjadi Rp1,4 miliar untuk jaminan pendaftaran dua nama calon wakil bupati Garut yang akan menggantikan Diky Chandra,” katanya.

ISLAH

Sementara itu, perdamaian (Islah) antara Bupati Garut Aceng dengan mantan isterinya Fany Oktora nampaknya tidak akan mempengaruhi proses politik di DPRD setempat untuk menentukan nasib sang bupati.

“Soal islah antara Aceng dan Fany merupakan urusan kekeluargaan. Islah tidak akan mempengaruhi proses politik di DPRD Kabupaten Garut terkait dengan dugaan Bupati telah melakukan pelanggaran etika dan Per-UU,” kata Ridwan Staf Umum DPRD Garut kepada Terbit, Kamis pagi.

Ridwan mengatakan Rapat itu pansus untuk menentukan nasib Aceng tetap bergulir di DPRD Garut. Insyaalah 19 Desember nanti sudah ada putusan dewan menyangkut nasib jabatan Aceng,” katanya.