fikri

Sang Bupati Garut  H.M. Aceng Fikri  S.Ag,  pelaku nikah kilat sedang menjadi buah bibir alias jadi pembicaraan dimana mana, dari Istana hingga obrolan  warung kopi. Bahkan media Elektronik seperti Televisi, khususnya infotainment, tak ada putusnya secara bergantian memberitakannya dari sejak Shubuh hingga tengah malam.

Perbuatan  Bupati Garut Aceng Fikri  yang  menjadi sorotan  karena  tindakannya  menceraikan ABG bernama Fany Octora (18), padahal baru 4 hari menikah. Alasan Aceng menceraikan Fany yang membuat publik geleng-geleng kepala. Siapa Aceng Fikri ?

Seperti dikutip Majalah Detik, Senin (3/12/2012), Aceng lahir di Garut pada 6 September 1972. Pria bernama lengkap Aceng HM Fikri ini meraih gelar S.Ag dari Insitut Agama Islam Al Musaddadiyah (IAIM).

Berikut profil lengkap Aceng:
Nama: Aceng H.M. Fikri, S.Ag
Jabatan: Bupati Garut
Tempat Tanggal Lahir: Garut 6 September 1972
Status perkawinan: Menikah
Nama Istri: Nurrohimah (istri), Fany (diceraikan setelah 4 hari menikah)
Alamat: Kp Sukamentri RT/RW 01/14, Sukamentri, Garut Kota, Garut

Riwayat pendidikan:

1. SD Sukamentri Garut
2. MTS. Negeri Garut
3. PGAN Garut
4. IAI Al Musaddadiyah

Riwayat pekerjaan:

1. Koperasi peternak unggas Garut
2. PT Mandala Food Garut
3. Koperasi konveksi raksa sawarga
4. Kopontren Kabupaten Garut

Riwayat Keanggotaan Organisasi:

1. GP Ansor Garut
2. Garda Bangsa PKB
3. DPC PKB Garut
4. Masyarakat Pecinta Garut
5. Plt DPC Golkar Garut
6. Wakil Ketua DPD Golkar Jabar

Aceng Fikri  terpilih menjadi Bupati Garut setelah memenangi Pilkada Garut 2008 dalam dua putaran sebagai calon independen bersama Diky Candra, mengungguli kandidat dari PDIP-Partai Golkar dengan mengumpulkan 57 persen suara.

Pada September 2011,  Diky Candra menyatakan telah menyampaikan pengunduran diri karena ketidakharmonisan hubungan dengannya. Sebelum Pilkada, Diky dan Aceng berjanji untuk tidak membawa politik dalam jabatan pemerintahan mereka, dan Diky menilai Aceng Fikri telah mengkhianatinya dengan masuk ke Partai Golkar dan menjabat sebagai wakil ketua DPD Jabar dari partai tersebut.

Pada 14 Juli 2012, dia menikah lagi secara siri dengan seorang gadis berusia 18 tahun dengan mengaku sebagai duda. Gadis bernama Fani Oktora itu kemudian diceraikan empat hari kemudian, alasannya karena sang gadis disinyalir tidak perawan lagi setelah malam pertama mereka. Sang istri siri itu diceraikan Aceng hanya melalui pesan singkat. Setelah perceraian itu, Aceng sempat mengirim pesan singkat kepada Fani: “Hai perempuan jahat, aq minta sgla pemberian aq dikembalikan”.

Namun, Aceng menampik bahwa hubungannya dengan Fani adalah pernikahan. Menurutnya, yang terjadi adalah sebuah hubungan emosional atau perikatan dengan komitmen yang disepakati kedua belah pihak. Dia menganggap bahwa masalah ini hanyalah politisasi menjelang pilkada untuk menjegal dirinya.

Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan kontroversi sang bupati terkait pernikahan kilatnya, seperti yang diterakan di wikipedia:

“Saya sudah keluar uang hampir habis Rp 250 juta, hanya nidurin satu malam. Nidurin artis saja tidak harga segitu.”

“Karena nikah itu kan perdata, perikatan, akad. Jadi kalau dianalogikan, tidak ada bedanya nikah dengan jual beli, kalau tidak sesuai speknya, ya tidak apa-apa dikembalikan.”

“Sumpah demi Allah, demi Rasulullah. Saya kan duda, pernah punya istri.” (Sang bupati belum bercerai dengan istrinya)

“Terlepas yang namanya perawan itu dipakai lalu berdarah. Tapi ini, dari ekspresi dia (Fani) seperti orang yang sudah terbiasa,”

“Saya heran, kenapa peristiwa (kasus nikah kilat) mencuat saat ini yang kebetulan menjelang Pilkada 2013. (Berbagai Sumber)