Ludovic Mohammed Zahed berencana membangun  sebuah masjid khusus komunitas homo/gay  di Prancis.

PARIS — Seorang warga Prancis keturunan Aljazair  bernama Ludovic Mohammed Zahed akan mendobrak norma-norma agama dan pemerintahan di negara itu dengan rencananya untuk membangun sebuah masjid khusus komunitas homo alias gay. Dia sendiri mengaku seorang Muslim yang telah menikah dengan seorang pria.

Masjid bernama “The Unity” merupakan masjid homo pertama di Eropa. Masjid ini awalnya beroperasi di sebuah kuil Budha di timur Paris. Seperti halnya masjid lain, masjid “The Unity” juga menggelar beberapa tradisi Islam seperti salat Jumat dan pernikahan untuk sesama kaum homo.

Masjid juga menyelenggarakan pemakaman jenazah untuk mendiang yang ditolak berdasarkan syariah karena orientasi seksnya yang menyimpang dalam Islam.

Sekalipun pertama di Paris, saat ini ada sekitar 21 masjid homo yang tersebar di AS, Kanada, dan Afrika Selatan.

Di negara dimana tradisi Islam sangat dominan, seperti Mesir dan Iran, hukuman terhadap aktivitas homoseksual sangat berat.

Masjid yang dibuka Zahed ini terinspirasi oleh pekerjaan kelompok Muslims for Progressive Values di Amerika Utara. Kelompok ini mempraktekkan salat dalam pengaturan egaliter dan tanpa adanya diskriminasi berdasarkan jender. Zahed juga berencana membuka masjid progresif di Inggris dan di Denmark.

Zahed adalah pria gay pertama yang menikahi sesama jenis dalam upacara Muslim di Perancis. Ia adalah seorang mahasiswa S3 yang menulis tesisnya tentang Islam dan homoseksual, sebuah subjek yang juga ia tulis dalam bukunya bertajuk “The Koran and the Flesh”. Ulahnya ini membuatnya mengalami diskriminasi anti-gay dari berbagai kelompok Islam dan Islamfobia dari anggota komunitas gay di Perancis.