Mestinya usia pernikahan yang sudah berusia tahunan sudah cukup bagi suami istri untuk mengenal kepribadian masing masing. Namun bagi  seorang pria Belgia bernama Jan tidak demikian karena setelah  19 tahun bersuami istri, dia  baru tahu kalau istrinya, yang asal Indonesia, ternyata seorang laki-laki.

Pada tahun 1993  Jan berkunjungan ke Indonesia dan menjadi awal perkenalannya dengan Monica. Karena cantik, seksi dan tutur kata penuh sopan santun, Monica menyebabkan Jan jatuh cinta. Tak bertepuk sebelah tangan, Monica menerima cinta pria bule itu.

Jan akhirnya memutuskan menikahi Monica di Belgia. Karena itu, dia mengurus dokumen kepindahan Monica dan segala perizinan untuk menikah di Belgia. The Telegraph, Senin (26/11), memberitakan pengadilan menerima permintaan pernikahan tersebut.

Menurut Jan, tidak ada yang aneh dengan Monica saat berhubungan intim. “Saya tidak pernah melihat apa-apa. Saya dan dia sudah memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Karena saya sendiri sudah memiliki dua orang anak dari istri saya sebelumnya,” ujarnya.

Bahkan, selama menjalani kehidupan berumah tangga, Monica benar-benar seperti seorang perempuan pada umumnya. Yakni mengalami menstruasi dan memakai pembalut. Namun identitas Monica terungkap gara-gara Monica sering ke klub malam dan mabuk. Dalam kondisi setengah sadar, Monica mengaku sebenarnya.

Mendengar kabar soal ocehan istrinya itu, Jan segera menginterogasi. Langit seperti ambruk ketika Monica mengakui sejatinya sebagai seorang laki-laki yang pernah operasi kelamin. Soal menstruasi seperti layaknya perempuan, Monica menyatakan memang merupakan tipuan.

Jan shock betul. Dia akhirnya mengajukan gugatan cerai. “Anak-anak, yang selama bertahun-tahun hidup bersamanya juga menjadi hancur seketika,” kata Verjauw Liliane, pengacara Jan.

Pasangan ini masih hidup satu atap alias satu rumah karena  seorang hakim menolak  permintaan  Jan  untuk mengusir Monica.

Namun dia menambahkan: “Kami tinggal di kamar terpisah dan jarang berbicara. Apa yang telah Monica lakukan kepada  saya dan keluarga,  saya maafkan. Aku hanya ingin keluar dari hidup saya. ”