Diarak: Pria bersenjata sayap militer Hamas Brigade Izzudin Al Qassam naik sepeda motor ketika mereka menyeret menyeret mayat mata-matat Israel

Sekelompok pria bersenjata dan bertopeng  sayap militer Hamas Brigade Izzudin Al Qassam  menembak mati enam orang yang diduga mata-mata Israel. Dihadapan publik, keenamnya dieksekusi di persimpangan Kota Gaza kawasan Raswan Seik, Kota Gaza, Selasa (20/11).


Setelah mengeksekusi mati enam orang mata-mata Israel, sayap militer Hamas Brigade Izzudin Al Qassam kemudian menyeret mayat mata-mata itu dengan ditarik sepeda motor di jalanan Gaza.

Menurut militan Hamas, keenam orang yang dieksekusi itu memberitahukan tempat persembunyian Hamas dan lokasi peluncuran roketnya kepada Israel.

Sambil  menyeret mayat mata-mata itu, warga berteriak-terika “Mata-mata! Mata-mata!”

AP mengabarkan, lima mayat berlumuran darah terpapar di area eksekusi. Beberapa orang terlihat menginjak dan meludahi mayat-mayat tersebut. Sementara satu mayat lain diikat dengan tali dan diseret dengan sepeda motor.

Sementara itu, lima mayat lainnya menjadi bulan-bulanan warga Gaza yang menyumpahi, menendang, dan meludahi mayat-mayat itu. “Mereka seharusnya dibunuh dengan lebih sadis, jadi tidak ada yang akan mau lagi bekerja lagi untuk Zionis Israel,” kata seorang warga, Ashraf Maher.


Kabar foto pembunuhan tersebut pun sontak menjadi sorotan utama beberapa media AS dengan menyatakan cara eksekusi pemuda tersebut merupakan gaya Hamas menuntut keadilan. “Ini adalah keadilan, gaya Hamas.


Preman haus teror kemarin menyeret tubuh seorang yang diduga mata-mata Israel melalui jalanan Kota Gaza setelah eksekusi,” tulis halaman New York Post dalam keterangan foto dengan menyebut sumber foto dari Reuters.

Salah seorang warga, Ashraf Maher (24 tahun) ikut berkerumun dalam eksekusi publik tersebut. Ia pun mengatakan para mata-mata Israel memang pantas dieksekusi dihadapan publik dengan maksud sebagai peringatan kepada orang lain agar tidak melakukan kesalahan yang sama.

“Mereka memang harus tewas dengan cara yang brutal sehingga orang lain tidak berpikir untuk bekerja sama dengan penjajah (Israel),” tuturnya.

Pihak sayap militer Hamas, Izzedine Al-Qassam pun mengatakan, enam orang yang tewas telah memberi informasi kepada Israel terkait pejuang Hamas dan situs peluncuran roket. Namun Hamas tak menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa eksekusi ataupun konvoi dalam foto.

Hamas juga tidak menjelaskan bukti dugaan mata-mata. Namun stasiun radio Hamas Al-Aqsa mengabarkan, enam orang tertembak mati tersebut tertangkap basah bekerja untuk Israel.

Videonya :