Militer Israel meluncurkan rudal dari perisai rudal Iron Dome di selatan kota Beer Sheva ke Jalur Gaza pada tanggal 15 November 2012.

Setelah sistem pertahanan  Kubah Besi (Iron Dome)  gagal  mencegat gempuran ratusan rudal dan roket yang ditembakkan dari Gaza , Rezim Zionis Israel dikabarkan telah berencana untuk menguji sistem anti rudal terbaru. Sistem anti rudal baru ini  dikembangkan oleh perusahaan senjata AS, Raytheon.

Seperti dilaporkan PressTV Sabtu (24/11), Israel telah menunjuk insinyur dari perusahaan AS untuk membantu rezim zionis mengembangkan perisai rudal generasi berikutnya yang dinamakan Stunner,

Menurut surat kabar Boston Globe, interceptor rudal baru dijadwalkan akan diuji tembak di “Gurun Negev dalam beberapa hari mendatang.”

Jika sistem tersebut terbukti layak, Tel Aviv akan menambah sistem untuk perisai rudal, yang dikenal sebagai David Sling, yang dirancang untuk melengkapi Iron Dome.

“Mereka telah bekerja keras untuk menciptakan David Sling yang canggih. Harapannya, sistem itu akan dapat melumpuhkan berbagai target, “kata Theodore A. Postol, profesor ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan keamanan nasional di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Postol juga merupakan mantan penasihat Angkatan Laut AS.

Israel mengembangkan Iron Dome dengan bantuan dana  sebesar US$ 200 juta dolar dari Amerika Serikat. AS berencana untuk memberikan lagi dana sebesar US $ 600 juta  ke Tel Aviv untuk rudal pengganti dan baterai tambahan..

AS juga akan membantu membiayai proyek Stunner jika terbukti layak. Perusahaan Rafael Israel telah menghabiskan dana dengan  total US $ 130 juta selama tiga tahun terakhir untuk menyelesaikan sistem.

Rudal pencegat sistem baru “dirancang untuk mencegat berbagai  rudal balistik jarak pendek, roket kaliber besar dan rudal jelajah,” kata Raytheon dalam sebuah pernyataan.

Laporan itu menambahkan bahwa Tel Aviv juga bekerja sama dengan perusahaan kedirgantaraan raksasa Amerika  Boeing, untk perisai rudal yang lain  yang dikenal dengan nama  Arrow 3, yang dirancang untuk mencegat rudal yang dapat melakukan perjalanan ratusan, bahkan ribuan kilometer.

Pendaratan roket Hamas di kota-kota Israel telah menimbulkan pertanyaan serius tentang bagaimana rezim Israel akan melindungi diri dalam kasus serangan balasan lainnya.

Gencatan Senjata yang dimediasi oleh Mesir telah disepakati oleh Zionis Israel dan Hamas, setelah delapan hari agresi  zionis Israel mengepung jalur Gaja yang menewaskan lebih dari 160 orang  dan melukai 1200 orang warga Palestinayang

Perisai Anti rudal Kubah Besi ( Iron Dome) hanya mampu mencegat sekitar 420 dari sekitar 1.500 roket yang ditembakkan oleh pejuang Palestina ke kota-kota Israel.

Para pejuang perlawanan Palestina  terus-menerus menembakkan roket dan rudal ke wilayah  Israel selama perang delapan hari  di Gaza, dan  menewaskan sedikitnya lima orang Israel, sebagai serangan balasan atas gempuran zionis Israel  ke wilayah Palestina .