Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benyamin Netanyahu

Selama 8 hari Rezim Zionis Israel   secara brutal membabi buta   membombardir Gaza hingga tidak kurang dari 1400  poin daerah gaza diluluh lantakkan  dan  menggugur  syahidkan 163 warga sipil serta  lebih dari 1300 cedera, namun tidak bisa menaklukkan  gaza Palestina. Bukannya kemenangan yang diraih malah memanen  kecaman dan kutukan warga dunia,  ujung ujungnya minta  gencatan senjata.

Sementara beban ekonomi yang harus ditanggung  Israel Menurut laporan Mehr News (19/11) mengutip televisi al-Manar, berdasarkan laporan-laporan yang telah dipublikasikan oleh rezim Zionis Israel, serangan rezim penjajah Palestina ini ke Jalur Gaza telah membebani ekonomi Israel mencapai 400 juta dolar dan selain itu, harus ditambahkan juga biaya sistem pertahanan Iron Dome sebesar 20 juta dolar.

Mennurut  laporan Fars News (23/11), surat kabar Times Israel menurunkan laporan yang menyebutkan bahwa hanya seperlima dari warga zionis yang menganggap Israel menjadi pemenang dalam perang Gaza.

Kegagalan agresi militer ke Jalur Gaza rupanya membuat Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benyamin Netanyahu geram. Ia pun tak segan-segan memecat penasehatnya di bidang militer.

Seperti dilaporkan al-Alam, menyusul kekalahan Israel di agresi brutalnya terhadap Jalur Gaza dan kegagalannya menghancurkan muqawama Islam, Netanyahu memecat penasehat militernya.

Di saat santernya berita mengenai ketidakpuasan warga Zionis atas kegaalan Netanyahu dalam menangani serangan ke Gaza, Kantor PM Israel menyatakan bahwa Elan Zamir diangkat menjadi penasehat bidang militer baru menggantikan Yuhanan Laweker yang dicopot.

Elan Zamir selain diangkat menjadi penasehat militer Netanyahu juga merangkap sebagai kepala Staf Angkatan Darat Israel.

Agresi brutal Israel ke Jalur Gaza yang dimulai sejak Rabu (14/11) telah menggugurkan 162 warga Palestina dan mayoritasnya adalah perempuan dan anak-anak serta mencidera ratusan lainnya.