Foto PressTV

Tokyo –  Disaat  kondisi sentimen Anti Amerika  sedang panas panasnya  dijepang  setelah pemerkosaan terhadap seorang wanitaoleh 2 tentara AS  di selatan pulau Okinawa Jepang.. Dua tentara AS yang bertugas di Negeri Matahari Terbit, ditangkap karena bugil di depan umum dan karena mengemudi sambil mabuk.

Seperti dilansir  AFP, Jumat (23/11/2012), kasus keduanya terjadi di dua lokasi terpisah. Kasus pertama terjadi di Yokohama, di mana seorang anggota kesatuan angkatan laut AS bernama Oscar Hayes Wiygul III dituding melakukan perbuatan tidak senonoh di depan umum. Tentara berusia 23 tahun ini berjalan keliling di sebuah kafe internet setempat dalam keadaan bugil.

Polisi menangkap Wiygul  karena dianggap mengganggu ketertiban umum. Selain itu, Wiygul juga terang-terang melanggar aturan jam malam yang diterapkan oleh otoritas militer AS di Jepang. Tidak diketahui motif Wiygul melakukan tindakan tak senonoh tersebut.

Kasus kedua terjadi di Okinawa. Kepolisian setempat menangkap seorang tentara AS bernama Fernandez Luis yang ketahuan mengemudi dalam kondisi mabuk. Luis yang berusia 27 tahun ini bertugas pada korps Marinir di Pangkalan Udara Futenma di Okinawa.

Penangkapan terhadap Luis dilakukan setelah seorang wanita Jepang melapor ke polisi karena mobilnya ditabrak oleh mobil lain, yang ternyata dikemudikan oleh Luis. Tidak ada korban luka dalam tabrakan tersebut. Saat ditanyai polisi, Luis membantah tuduhan yang dijeratkan kepadanya.

Kasus ini semakin menambah panjang daftar tentara AS yang terjerat kasus di Jepang. Pada Oktober lalu, warga Jepang dihebohkan oleh kasus pemerkosaan seorang wanita Jepang oleh 2 tentara AS.

Kasus ini telah memancing kemarahan warga setempat dan semakin meningkatkan penolakan atas keberadaan tentara AS di wilayah Jepang, terutama di Okinawa yang menjadi tempat kejadian perkara. Diketahui bahwa saat ini terdapat sekitar separuh dari total 47 ribu tentara AS yang ditempatkan di wilayah Jepang, bertugas di wilayah Okinawa.

Pasca insiden ini, militer AS pun memberlakukan jam malam nasional bagi seluruh personel militernya di Jepang. Berdasar aturan jam malam tersebut, mulai pukul 23.00 hingga pukul 05.00, puluhan ribu prajurit AS yang ditempatkan di Jepang, harus tetap berada di pangkalan militer ataupun di rumah-rumah mereka.

Namun sayangnya beberapa minggu kemudian, seorang tentara AS di Okinawa kembali terjerat kasus yang memicu kemarahan warga setempat dan juga Dubes AS untuk Jepang John Roos. Dalam keadaan mabuk usai dari bar, seorang tentara AS menerobos masuk ke apartemen warga dan kemudian menampar seorang remaja putra yang ada di apartemen tersebut.