Pemimpin Hamas Khaled Meshaal

Gaza, – Pemerintah Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata. Pemimpin Hamas Khaled Meshaal mengucapkan terima kasih kepada Mesir yang telah menjadi mediator gencatan senjata.

Meshaal juga berterima kasih kepada Iran atas perannya dalam mempersenjatai dan mendanai gerakan perjuangan Palestina tersebut selama konflik Gaza berlangsung.

“Saya ingin berterima kasih pada sahabat kami Mesir, yang dipimpin Presiden terpilih Mohamed Morsi yang berani… Mesir telah bertindak dengan tanggung jawab dan memahami tuntutan perlawanan dan rakyat Palestina,” kata Meshaal seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (22/11/2012).

Meshaal juga memuji peran aktif Iran meskipun adanya sejumlah perbedaan sikap mengenai situasi di Suriah.

Sementara Perdana Menteri Hamas Ismail Haniya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Mesir.

“Saya puas dengan kesepakatan tersebut dan bangga akan rakyat kami dan perlawanannya. Saya pun berterima kasih pada Mesir atas perannya,” kata Haniya.

Sesuai kesepakatan gencatan senjata tersebut, Israel harus “menghentikan semua kekejaman di darat, laut dan udara termasuk serbuan dan menargetkan individu-individu”. Faksi-faksi Palestina juga harus menghentikan “serangan-serangan roket dan semua serangan di sepanjang perbatasan”.

Dalam perjanjian itu juga disebutkan, Israel akan mengizinkan masuknya barang-barang ke Gaza, yang telah diblokade Israel sejak tahun 2007. Dikatakan Meshaal, dengan kesepakatan itu berarti semua perlintasan ke Gaza akan dibuka.

Meshaal pun mengingatkan Israel untuk tidak melanggar perjanjian tersebut. “Jika Anda komit, kami akan komit. Jika Anda tidak komit, senjata ada di tangan kami,” tegas pemimpin Hamas itu seraya menambahkan “kami akan terus mempersenjatai diri kami”. (detik.com)