Setelah melewati proses pembicaraan yang alot, pada hari Selasa, (20/11/2012), waktu setempat, Zionis Israel dan otoritas Hamas yang menguasai Jalur Gaza sepakat melakukan gencatan senjata

Menteri Luar Negeri Mesir Mohammed Kamel Amr Rabu malam (21/11) mengumumkan bahwa Israel dan perlawanan Palestina Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata  yang dimediasi Mesir untuk mengakhiri serangan mematikan rezim Zionis di Jalur Gaza.

“Gencatan senjata mulai berlaku dari pukul 1900 GMT,” kata Kamel Amr dalam konferensi pers dengan sejawatnya dari AS, Hillary Clinton Rabu malam.

Kairo memimpin upaya internasional untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menjamin diakhirnya kekerasan di Jalur Gaza yang diblokade.Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan rezim Tel Aviv menyetujui gencatan senjata tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden Mesir Mohamed Morsi mengadakan pembicaraan dengan Menlu AS Hillary Clinton dan Sekjen PBB Ban Ki-moon yang tiba di Kairo untuk mendorong terwujudnya perjanjian gencatan senjata dengan mediasi Kairo.

Serangan mematikan Israel di Jalur Gaza yang diblokade telah menewaskan lebih dari 150 warga Palestina dan melukai sekitar 1.200 orang, sejak dimulai pada 14 November lalu

Inilah isi perjanjia genjatan senjata yang  dipublikasikan oleh kantor kepresidenan Mesir kepada media-media arab :

1. Israel akan menghentikan seluruh agresinya terhadap Jalur Gaza dari darat dan udara.

2. Pembukaan jalur-jalur penyeberangan dan mempermudah gerakan orang dan barang serta tidak membatasi warga dan penduduk Gaza.

Penerapan butir-butir ini dilakukan setelah 1900 GMT.

Bila ada masalah lain yang diinginkan akan dibahas dikemudian hari.

Jaminan penerapan nota kesepapakatan ini berdasarkan kesepakatan dari janji yang diambil oleh Mesir dari kedua pihak.

Dua pihak juga komitmen menjauhi segala bentuk langkah yang mengarah pada keluar dari kesepahaman ini dan bila ada catatan terkait kesepakatan ini maka akan dibahas melalui Mesir (Berbagai Sumber)