Gilad Sharon (Photo Telegraph)

Dasar zionis….Meski lebih dari  1.400 titik  di Jalur Gaza, Palestina sudah  luluh lantak dibombardir  zionis  Israel  sejak Rabu (14/11) hingga Selasa (20/11). Tidak kurang dari  1400 warga menemui ajal sebagai Syuhada dan korban luka luka mencapai 1.200, namun zionis israel yang sudah buta mata dan hatinya tetap kurang puas.

Gilad Sharon anak  dari mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mengatakan, Tel Aviv harus meratakan Gaza sama seperti aksi Amerika Serikat memusnahkan kota Hiroshima, Jepang pada tahun 1945.

Dalam sebuah artikel di surat kabar Jerusalem Post pada Selasa (20/11), Gilad Sharon mengatakan bahwa militer Zionis harus memusnahkan atau kembali menduduki Jalur Gaza yang terkepung.

“Seharusnya tidak ada listrik di Gaza, tidak ada bahan bakar atau kendaraan yang bergerak di jalan-jalan. Kemudian mereka benar-benar akan meminta gencatan senjata,” tulis Sharon.

“Kita perlu untuk meratakan seluruh daerah di Gaza. Ratakan semua Gaza. AS tidak berhenti dengan membom Hiroshima, sehingga mereka melanjutkan dengan memukul Nagasaki,” tambahnya.

Sharon kemudian meminta Tel Aviv untuk meningkatkan taktik agresif terhadap warga Palestina di wilayah pesisir. “Jika tidak demikian, tidak akan ada kemenangan yang pasti dan kita kehabisan waktu

Satu warga Palestina gugur syahid dan tiga lainnya terluka akibat serangan udara ke kamp pengungsi Jabaliya yang menewaskan satu warga Palestina. Demikian dilaporkan Qodsna (21/11) mengutip Maan News.

Jumlah syuhada Palestina meningkat menjadi 140 orang dan korban luka-luka mencapai 1.200 orang.

Meski berbagai upaya diplomatik dari berbagai negara untuk mewujudkan gencatan senjata, rezim Zionis terus melanjutkan serangan mereka ke Gaza