Iron Dome Mobile (wikimedia)

Selama sepekan sejak dimulainya  perang gaza  sayap militer Hamas Izzuddin Qassam telah menembakkan lebih dari 1426 roket dan mortir ke posisi-posisi Zionis.  sebagai jawaban atas agresi brutal rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza .

Berdasarkan laporan Qodsna mengutip televisi al-Aqsa hari Rabu ini (21/11) ini, hari Selasa saja telah menembakkan 224 roket dan mortir ke posisi-posisi rezim Zionis Israel. Jumlah  roket yang ditembakkan Izzuddin Qassam sejak Rabu lalu (14/11) ke  posisi-posisi Zionis Israel  telah mencapai 1426.

Dengan dipublikasikannya berita mengenai sikap Zionis Israel menolak gencatan senjata, Brigade Izzuddin Qassam mengancam bila Israel melakukan serangan darat ke Gaza, maka mereka akan memberikan pelajaran yang tidak akan terlupakan kepada militer Israel dan nasib mengenaskan tengah menanti mereka.

Muhammad ad-Dhaif, Pemimpin Izzuddin Qassam dalam sebuah pidatonya mengatakan, “Serangan darat rezim Zionis Israel ke Jalur Gaza merupakan awal dari pembebasan seluruh tawanan Palestina dan masalah ini meniupkan harapan dan semangat lebih besar bagi kami untuk membebaskan para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.”

Pimpinan Izzuddin Qassam menambahkan, “Bila Israel melakukan serangan darat maka nasib mengenaskan telah menanti mereka dan para penjajah akan sangat terkejut menyaksikan apa yang akan terjadi di Gaza.”

“Operasi militer yang telah dilakukan selama lima hari terakhir merupakan hasil dari latihan beberapa tahun brigade muqawama dan menjadi awal bagi pembebasan seluruh Palestina dan pembersihan Masjidul Aqsa dari para penjajah,” tegasnya.

Sekaitan dengan hal ini, pada hari ketujuh dari agresi brutal Israel ke Gaza, sekalipun pagi hari Rabu diawali dengan ketenangan relatif, tapi ketika hari semakin terang kembali serangan jet-jet tempur Israel mulai meningkat dan hingga kini telah menggugur syahidkan 6 warga Palestina.

Sementara pabrik roket-roket penghadang pada sistem anti-udara Iron Dome  (Kubah Besi) di Israel, mengaku cadangan roket untuk sistem tersebut menipis dengan cepat.

Qodsna (21/11) mengutip Reuters melaporkan, pabrik tersebut menyatakan meski proses produksi roket untuk Iron Dome itu terus beroperasi selama 24 jam, akan tetapi permintaan dari militer Israel sangat banyak dan mendesak.

Meski seluruh sektor di pabrik itu telah dioperasikan secara maksimal, namun tingkat produksinya tetap tidak dapat memenuhi banyaknya permintaan dari militer Israel. Oleh karena itu, para pengelola pabrik berusaha menyiasatinya dengan membangun pabrik dadakan.

Perusahaan Rafael yang memproduksi roket untuk Iron Dome jika pabriknya beroperasi secara maksimal, hanya mampu memproduksi 12 roket, sementara militer Israel terpaksa menembakkan dua roketnya dari peluncur Iron Dome hanya untuk menjatuhkan satu roket Grad muqawama.

Selain Rafael, sekarang perusahaan Alta juga membantu memproduksi roket-roket untuk Iron Dome.

Reuters menyebutkan, militer Zionis sebelum memulai agresinya ke Jalur Gaza telah menimbun roket-roket tersebut. Akan tetapi menyusul kekeliruan peritungan mereka terkait kemampuan roket Hamas, timbunan roket itu tidak mencukupi.

Hingga kini, Israel telah menembakkan 360 dari sistem pertahanan Iron Dome dan untuk setiap roketnya Tel Aviv harus membayar 30 sampai 50 ribu USD.

Militer Israel mengklaim bahwa Iron Dome digunakan untuk menembak jatuh roket-roket yang diperkirakan meledak di kawasan permukiman. Akan tetapi mengingat banyaknya roket yang menghantam kawasan permukiman, klaim tersebut dilontarkan militer Israel untuk menutupi kelemahan sistem pertahanan Iron Dome.