Para pejuang Palestina telah berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas roket-roket yang mereka gunakan menyerang Israel, khususnya dalam konflik di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. Kualitas roket yang ditembakkan pejuang Palestina dapat dilihat kemampuan menjatuhkan dua pesawat mata-mata tanpa awak, jet tempur canggih jenis F-16, dan helikopter tempur Apache milik Israel dalam sepekan terakhir.  Kemampuan roket terbaru tipe Fajr 5 milik Hamas ini mampu  menjangkau sasaran di Distrik Rishon Lezion di pinggiran kota Tel Aviv, Israel.Ini  suatu prestasi yang tidak pernah dicapai militer Arab sejak perang tahun 1948. Roket-roket tersebut mereka namai GRAD, M-75, M-107, Cornait dan Fajar 5 berjarak tempuh 80 km yang digunakan menyerang Tel Aviv.

Media Israel yang mengklaim bahwa “Iran memberikan stok besar senjata kimia dan mikroba dan telah mempersenjatai kelompok Hizbullah yang didukung Iran.”  namun  seorang pejabat senior Iran Boroujerdi Allaeddinetelah membantah negaranya memasok rudal Fajr 5 kepada warga Palestina. Pernyataan itu disampaikan melalui televise Iran, Al-Alam pada hari Sabtu (17/11/2012).

Fajr 5 selama ini yang punya daya jelajah tinggi dan mampu menembus Iron Dome Israel.

Seperti dikutif  AFP sabtu 17/11/12,  “Kami menyangkal telah mengirimkan Fajr 5 untuk perlawanan Palestina. Tujuan dari tuduhan tersebut adalah untuk menggambarkan perlawanan itu lemah padahal mereka sangat mampu memproduksi senjata yang dibutuhkan,” kata Boroujerdi Allaeddine, kepala komite urusan luar negeri parlemen.

Jihad Islam mengklaim pihaknya menembakkan Fajr 5 yang jatuh ke dalam laut lepas pantai Tel Aviv pada Kamis, dalam serangan pertama semacam itu di jantung Israel sejak rezim Irak Saddam Hussin menembakkan rudal Scud selama Perang Teluk 1991.

Sirene bergema lagi di Tel Aviv pada Sabtu untuk hari ketiga berturut-turut, dan orang-orang n bergegas mencari perlindungan, sehari setelah sebuah roket jatuh ke Mediterania dekat pusat kota, kata koresponden AFP.

Rudal Fajr-5 milik Iran

Roket terbaru dicegat oleh sistem pertahanan Israel Iron Dome. Sayap bersenjata gerakan Islam Hamas yang memerintah Gaza dan seperti halnya Jihad Islam yang didukung oleh Teheran, mengklaim pihaknya menembakjab Fajr 5 terakhir.

Roket Fajr 5 memiliki jangkauan jauh lebih besar daripada roket Qassam yang diproduksi rumahan yang biasanya digunakan oleh gerilyawan Palestina di Gaza dengan target Israel, namun tidak sangat akurat, kata analis pertahanan.

Roket Fajr 5 bisa ditembakkan dari belakang sebuah truk 6×6 untuk mencapai target sampai 75 kilometer (46 mil).

Hal ini tak sebanding dengan kisaran antara empat sampai 13 kilometer untuk roket Qassam.. (Berbagai sumber)