F-22 Raptor (Photo Defence Industri daily)
Pesawat tempur  F-22 Raptor generasi kedua yang diklaim militer Amerika serikat  sebagai pesawat tempur tercanggih didunia saat ini dilaporkan jatuh di sebuah pangkalan udara Florida, menyusul “pesan darurat” yang dilaporkan oleh pilot.

Para pejabat militer Amerika dari Tyndall Air Force Base mengumumkan pada tanggal 16 November, bahwa pesawat itu jatuh saat misi pelatihan rutin. Sang pilot melaporkan keadaan darurat dan kemudian terlontar keluar dari pesawat jet, yang jatuh tak lama sesudahnya.

Pilot dilaporkan sudah dirawat di rumah sakit dan mengalami cedera serius.

Pesawat ini awalnya direncanakan untuk dijadikan pesawat tempur superioritas udara untuk digunakan menghadapi pesawat tempur Uni Soviet, tetapi pesawat ini juga dilengkapi peralatan untuk serangan darat, peperangan elektronik, dan sinyal intelijen.

Menurut pejabat militer AS, tipe jet tempur yang jatuh ini adalah F-22 Raptor generasi kedua iyang digambarkan  oleh AS sebagai pesawat tempur siluman paling canggih di dunia.

Sebelumnya, pada bulan Mei 2012, F-22 Raptor lainnya jatuh tepat setelah lepas landas, yang diklaim sebagai “kesalahan pilot.”

Jatuhnya F-22, sebagai pesawat pemburu senilai 143 juta USD, yang jatuh pada 16 November lalu dikembangkan oleh Lockheed Martin Corporation.

Menurut sumber, pesawat tempur mahal ini banyak dilaporkan mengalami kesulitan bertahan dalam memberikan oksigen untuk pilot, menyebabkan hipoksia, suatu kondisi yang dapat menyebabkan mual, kelelahan dan kematian akibat kekurangan oksigen