Serangan Israel ke Gaza dimulai pada hari Rabu (14/11/2012) ketika Israel menewaskan Komandan Hamas Ahmed Al-Jaabari. Israel kemudian mulai menembaki Gaza dari darat, udara dan laut

Pada pemakaman Jaabari, Kamis (15/11/2012), rakyat Palestina menembakkan senjata api ke udara dan meneriakkan kalimat untuk Jaabari “Kau telah menang!”. Suara pekikan mereka ini membahana sampai ke udara.

Jasad Al-Jaabari yanag dibungkus dalam kain kafan berlumur darah, diusung melalui jalan-jalan.

Militer Israel mengatakan, mereka menargetkan 250 titik di Gaza. Mereka mengklam bahwa lebih dari 270 roket telah menghantam Israel sejak awal operasi ini, dan menghantam Iron Dome, sistem penahan serangan roket yang dipunyai oleh Israel. 105 roket menuju daerah pemukiman Israel.

Agresi militer Israel terhadap Gaza tampaknya tak bisa lagi dihindari, ketika pesawat tempur Israel menjatuhkan selebaran di Gaza yang mengimbau warga Gaza untuk menjauh dari Hamas dan militan lainnya.

Amerika Serikat segera meminta negara-negara yang memiliki kontak dengan Hamas untuk mendesak kelompok itu menghentikan serangan roket dari Gaza, demikian penasihat Gedung Putih mengatakan.

“Kami sudah mendesak orang-orang yang memiliki pengaruh dengan Hamas seperti Turki, dan Mesir, dan beberapa mitra Eropa kami untuk menggunakan pengaruh itu mendesak Hamas untuk menghentikan serangan (kepada Israel),” kata Ben Rhodes, wakil penasehat keamanan nasional Israel , dalam konferensi pers dengan wartawan.

Presiden Prancis Francois Hollande telah memulai pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan para pemimpin dunia lainnya untuk mencegah eskalasi peranag di Jalur Gaza, demikian pernyataan Perdana Menteri Prancis Jean-Francois Ayrault.

Perdana Menteri Inggris David Cameron juga berbicara dengan Netanyahu, mengatakan Hamas harus bertanggung tanggung jawab untuk hal ini. (Islampos)