Pertama kalinya  bayi cumi berhasil dibiakkan di akuarium  di Inggris. Di sini, bayi menghasilkan tinta sebagai mekanisme pertahanan.

Untuk pertama kalinya, bayi cumi-cumi kanibal berhasil dikembangbiakkan di sebuah akuarium di Inggris. Hanya satu dari 100 cumi-cumi Bigfin Jepang yang bisa bertahan hidup di alam liar, sehingga para ahli mengumpulkan sejumlah telurnya dari Samudera Pasifik untuk dikembangbiakkan di Inggris.

Cumi-cumi kecil ini sangat sulit dibesarkan, karena sumber makanan yang cepat habis, memiliki sifat kanibal, dan perlu spesifikasi air yang khusus. Dari 200 telur yang menetas, hanya 35 makhluk kecil ini yang bisa bertahan hidup di akuarium khusus yang diawasi khusus oleh para penjaga.

Cumi-cumi karang berjenis Bigfin Jepang yang memiliki bahasa latin Sepioteuthis lessonian ini dapat tumbuh dengan cepat, namun memiliki kebutuhan makanan yang sulit didapat. Mereka hidup dengan memakan plankton dan udang kecil, tapi juga dikenal sebagai pemakan kawanannya sendiri saat merasa sangat lapar.

Seorang Aquarist (petugas Aquarium) di SeaLife Centre di Weymouth, Dorset, telah menciptakan sebuah sistem akuarium yang dapat memisahkan cumi-cumi yang lebih besar dengan yang kecil untuk menghindari perilaku kanibal.

Saat baru lahir, mereka memiliki ukuran tubuh 2 mm dan tidak lebih dari 1 inci. Cumi-cumi ini dapat hidup selama enam bulan dan dapat tumbuh berukuran 1 kaki atau sekitar 30 cm.

Greg Casten, Aquarist di SeaLife, mengatakan, banyak cumi-cumi yang sudah mati dan akan ada beberapa lagi yang akan mati. “Saat ini, sudah ada 35 cumi-cumi yang berhasil hidup pada pekan pertama, dan ini menunjukkan hasil yang baik,” kata Greg Casten dilansir dari Dailymail.


Cumi cumi kecil (sebelah pipet) ini sangat sulit dibesarkan, karena sumber makanan yang cepat habis, memiliki sifat kanibal, dan perlu spesifikasi air yang khusus

Ia menambahkan, karena mereka hidup pada kelompok-kelompok kecil dan terkenal sebagai binatang kanibal, maka perlu perhatian khusus saat ada cumi-cumi yang tumbuh lebih besar dari kelompoknya.

“Tujuan kami adalah menciptakan kehidupan baru, dengan mengembangbiakkan cumi-cumi sampai dewasa dan menghasilkan telur-telur untuk menciptakan generasi selanjutnya,” ujarnya.

Semua penelitian ini dilakukan di akuarium dengan sistem aliran air khusus. Ini untuk mencegah cumi-cumi menyentuh sisi akuarium yang berpotensi merusak tubuh halusnya.

“Tahap berikutnya, kami akan mengembangkan akuarium yang cocok untuk cumi-cumi ini, sehingga dapat menampilkan makhluk menakjubkan ini,” ungkap Greg Casten (Vivanews)