Ketika manusia mabuk biasanya sempoyongan, ngomongnya ngawur juga kadang kadang timbul perkelahian . Bagaimana jika hewan  yang berbadan besar seperti gajah mabuk dan ngamuk  ..? pasti lebih parah.

Kawanan gajah yang terdiri dari 50 ekor menyerbu sebuah toko minuman keras di India dan menenggak 18 jeriken Mahua yang memabukkan.

Sebuah laporan menyebut, bau minuman itu lah yang menarik kawanan gajah ke luar dari hutan dan menyerbu toko itu. Para gajah yang mabuk juga menyerbu gubuk-gubuk di sekitarnya, mencari alkohol lain, belum terpuaskan oleh minuman keras itu. Demikian dimuat dalam artikel Times of India.

Kadar alkohol yang tinggi membuat kawanan gajah tak terkendali, mereka menimbulkan kekacauan dan rusuk di Desa Dumurkota, yang berada di bawah pengawasan pos polisi Kotwali Minggu lalu.

Hingga larut malam, para petugas kepolisian bersusah payah, berusaha menggiring kawanan gajah itu menyeberangi Sungai Kangsabati.

“Sayangnya binatang-binatang ini hidup dekat dengan manusia, mereka juga mengenali bau minuman keras,” kata juru bicara kepolisian, Asish Samanat.

Ia menambahkan, mabuknya gajah mirip dengan manusia. Mereka bisa berubah menjadi agresif dan tak masuk akal. Bedanya, “mereka jauh lebih besar dari kita.”

Kawanan gajah yang mabuk diduga adalah bagian dari 120 kawanan besar yang datang dari wilayah lain pada Jumat malam. Untuk menanggulangi ulah gajah yang tak sepenuhnya sadar, polisi meminta bantuan penduduk desa untuk menghelanya. Untungnya Gajah Asia lebih kecil dari Gajah Afrika dan lebih mudah dijinakkan, meski mereka bisa berlari dengan kecepatan 30 mil per jam.

Itu bukan kali pertamanya gajah mabuk dan bikin masalah. Pada 2007 lalu, enam gajah terpaksa dilumpuhkan karena bertingkah liar dan gila setelah pesta arak beras. Sementara pada tahun 2010, kawanan gajah mabuk yang terdiri dari 70 ekor merusak desa-desa dan menyebabkan tiga orang tewas.

Saat ini hanya tersisa sekitar 50.000 Gajah Asia di alam liar. Meski mereka tak punya predator alami. (Daily Mail )