Obama  melambaikan tangannya sesaat sebelum pidato kemenangan di hadapan ribuan pendukungnya di Chicago.

Barack Obama akhirnya memenangi pemilihan presiden Amerika Serikat, mengalahkan pesaingnya dari Partai Repubilk, Mitt Romney, Rabu (7/11). Obama berhasil meraih lebih dari 284 suara electoral college, sementara Romney hanya mengantongi 203 suara electoral college. Dengan perolehan tersebut, Obama dipastikan kembali terpilih sebagai presiden AS untuk periode empat tahun mendatang.

Setelah berhasil memenangkan, Barrack Obama yang menjadi Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya menyampaikan pidato kemenangannya di Illinois, Chicago, AS, Rabu (7/11). Dalam pidatonya, Obama berterima kasih kepada seluruh pendukungnya dan mengajak warga Amerika untuk bersatu.

Kemenangan kembali Presiden AS Barack Obama sebenarnya sudah diprediksi pada tahun 2008. Begitu Obama mengalahkan John McCain pada tahun itu, sudah banyak prediksi yang menyatakan bahwa Obama akan menjadi Presiden AS berikutnya yang akan menjabat dua kali.

Carole Simpson, mantan wartawan ABC, yang kini menjadi pengajar di Boston, menyatakan bahwa Obama memiliki kepribadian istimewa. Simpson adalah wartawan yang lama malang melintang di Gedung Putih saat George W Bush menjadi Presiden AS.

Mitt Romney sudah menyatakan bahwa Obama adalah ancaman bagi Kristen-Judea sebagaimana ditulis di situs Huffington Post pada 2 November. Ini merefleksikan ancaman kaum konservatif terhadap Obama.

Pernyataan ini menimbulkan kemarahan dari pendukung Obama yang diarahkan kepada Romney. Kemarahan ini dinyatakan di akun Twitter.

Ancaman lain adalah hambatan pada kebijakan ekonomi Obama, yang berpotensi terganjal di DPR AS, yang dikuasai Partai Republik.