SOLO –Wakil Ketua KPK Prof Dr Busyro Muqoddas mengatakan bahwa isu terorisme yang sekarang mulai gencar kembali berhembus di media merupakan sebuah proyek besar untuk meraup dana dari Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikannya usai memberikan ceramah di depan warga Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo, Ahad silam (21/10).

“Itu (terorisme_red) hanya sebuah proyek besar saja,” ujarnya di Gedung MTA Pusat, Solo, usai memberikan ceramah, Ahad (21/10), seperti dilaporkan Fujamas.

Saat ditanya mengapa dari dulu Islam selalu dijadikan objek terhadap proyek terorisme, Doktor hukum lulusan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu menyatakan hal tersebut dikarenakan para musuh Islam tidak ingin umat Islam memiliki kekuatan secara politik.

Busyro menambahkan, lemahnya pemahaman umat Islam serta tidak dipelajarinya ajaran Islam secara komprehensif menjadikan umat Islam sangat mudah disusupi oleh intelijen.

Menurut mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) itu, kajian politik yang berkesinambungan menjadi salah satu solusi untuk membentengi agar umat Islam tidak mudah diadu domba. Pengetatan sistem pola rekrutmen terhadap anggota jamaah, menurutnya, juga diperlukan untuk membentengi penyusupan dari intelijen.

“Jaman sekarang intel-intel itu fasih-fasih dalam berbicara tentang Islam. Bahkan banyak diantara mereka yang menguasai bahasa Arab,” tandas pria kelahiran Yogyakarta, 17 Juli 1952 tersebut.

“Isu terorisme masa sekarang juga sama halnya dengan isu masa lalu seperti Komji (Komando Jihad_red) yang ternyata merupakan rekayasa Ali Murtopo (Asisten Pribadi Presiden Soeharto_red). Negara yang menciptakan dan negara pula yang menghancurkan,” katanya.

Hal itu sesuai dengan buku yang menjadi desertasi Prof Dr Busyro Muqoddas yang bertema ‘Hegemoni Rejim Intelijen’ yang berisi penelitiannya secara mendalam mengenai Komando Jihad yang pada masa lalu merupakan korban dari operasi intelijen Indonesia.

Busyro Muqoddas juga mengatakan, dihembuskannya isu terorisme juga merupakan bentuk kriminalisasi terhadap aktivis Islam yang selalu istiqomah dalam memperjuangkan syariat Islam.

Intel-intel kampungan dan munafik itulah sumber masalah dari semua ini. Dan umat Islam harus mewaspadai kelicikan mereka,” pungkasnya tegas di ujung wawancara. (Muslim Daily)