KARANGANYAR–Suprapto 27,  seorang pemuda lugu warga Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten dan Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar kota, Selasa (30/10/2012) malam membuat geger kampung tersebut. Sang pemuda,  warga Dusun Jetisnguwuh RT 003/RW 004 Desa Suruhkalang, Jaten gagal menikah. Ups.,, kenapa ..??

Suprapto batal menikahi perempuan pujaan hatinya, Sri Wahyuningsih, warga Kepuh RT 003/RW 013 Lalung, Karanganyar. Perempuan berparas cantik dan bertutur kata lembut itu menghilang saat keluarga Suprapto bermaksud datang  melamarnya .

Saat akan mengirimkan  hantaran lamaran nikah , Suprapto tidak berhasil menemukan kediaman Sri Wahyuningsih yang berada tepat di pinggir Waduk Lalung, sejak Minggu (28/10). Keluarga Suprapto dibuat pusing tujuh keliling saat mencari rumah Sri yang dikabarkan sangat megah.

Bahkan menurut Suprapto, terdapat empat mobil mewah dan beberapa sepeda motor di rumah Sri. Ironisnya, saat diminta menunjukkan kediaman Sri yang dimaksudkan Suprapto, pemuda lulusan sekolah dasar (SD) itu menunjuk pohon beringin besar. Di bawah pohon beringin itu terdapat sendang.

Ironisnya lagi, Yatiyem, ibu dari Suprapto, telah menjual satu petak tanahnya seluas 100 meter persegi seharga Rp20 juta.

Rencananya uang hasil penjualan tanah akan digunakan untuk membiayai pernikahan anak keduanya itu. “Saya memang sudah pernah berbicara via ponsel dengan Sri. Suaranya lembut dan berbahasa sangat sopan. Sehingga tidak terpikirkan sedikit pun oleh saya kalau perempuan itu menipu,” aku dia.

Keluarga Suprapto juga telah menyiapkan barang serah-serahan berikut perhiasan dan uang tunai sebagai mahar. Kini, setelah Sri menghilang, barang-barang tersebut hanya bisa disimpan di salah satu ruang tidur rumah Suprapto. Keluarga Suprapto dan warga Kepuh, Lalung, kemudian mengaitkan kejadian tersebut dengan cerita mistis yang berkembang di Waduk Lalung.

“.

Ibunda Suprapto Yatiyem mengisahkan bahwa  Suprapto pernah memberikan cincin emas seberat dua gram seharga Rp375.000.

Cincin itu dibeli menggunakan uang Yatiyem. Hingga saat ini cincin tersebut diduga kuat masih dibawa oleh Sri Wahyuningsih. Sedangkan Sri hanya memberikan satu kemeja kotak-kotak dan sabuk warna hitam. “Kata anak saya kemeja dan sabuk ini dibelikan Sri di Beteng Trade Center (BTC),” akunya.

Menurut pengakuan Suprapto, Sri sudah hamil tiga bulan, sehingga dia bermaksud menikahinya.

“Saya sedih dan kangen banget dengan Sri. Kemarin (Selasa) dia masih menemui saya, tapi hari ini (Rabu) tidak datang,” aku Suprapto  di kediamannya, Rabu (31/10/2012)

Kasus Suprapto warga Dusun Jetisnguwuh RT 003/RW 004 Desa Suruhkalang, Jaten, Karanganyar   jadi pembicaraan warga bahkan  peristiwa yang menghebohkan ini  juga mendapat perhatian jajaran Polsek Jaten dan Karanganyar kota. Pada Selasa (30/10/2012) malam polisi dari dua Polsek itu telah mendatangi rumah Suprapto dan mengumpulkan informasi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, melalui Kapolsek Karanganyar kota, AKP Joko Waluyono, membenarkan adanya informasi tersebut. Bahkan beberapa petugas polsek telah mengecek alamat yang ditunjukkan Suprapto dan keluarganya. “Tapi alamatnya hanya di pinggir Waduk Lalung, makanya kami juga bingung,” aku dia.

Pohon beringin di Waduk Lalung Karanganyar

Warga menduga Sri adalah peri atau makhluk halus penunggu sendang pohon beringin,” ungkap Yudi Suharto, kerabat Suprapto yang juga diamini sejumlah warga Kepuh.

Warga menduga Sri Wahyuningsih  merupakan peri atau mahluk halus penunggu Wadung Lalung Karanganyar. Hal ini karena alamat rumah Sri yang ditunjukkan calon mempelai pria itu ternyata pohon beringin di sekitar Waduk Lalung. (dari beberapa sumber)