Ratusan mahasiswa  Universitas Buddhis Myanmar

Sittwe -Ratusan   mahasiswa Buddhis University menggelar unjuk rasa terhadap Muslim Rohingya di ibukota Negara Arakan Sittwe pada Rabu 24/10 . Ini adalah aksi perdana kaum terpelajar Myanmar terkait kekerasan komunal yang menimpa negara bekas junta itu. Koordinator aksi, Wai Yan mengatakan para terpelajar mengaku muak dengan konflik. Para mahasiswa mendesak Presiden U Thein Sein kembali ke rencana awal untuk mengusir etnis Muslim Rohingya yang berada dinegara tersebut

Seperti dilaporkan  AFP. Pemimpin Unjuk Rasa Mahasiswa  Wai Yan mengatakan bahwa lebih dari 800 pemrotes menuntut diakhirinya “belajar dengan Muslim Bengali teroris” dan penghapusan desa-desa Muslim di sepanjang jalan menuju universitas mereka. Protes anti-Rohingya terbaru berikut beberapa hari bentrokan antara etnis Arakan Buddhis dan Rohingya Muslim di kota-kota di luar ibukota. Beberapa orang telah tewas dan ratusan rumah telah dibakar dalam kekerasan.

Muslim Rohingya kembali menerima prilaku semena-mena akibat perseteruan mereka dengan etnis Buddha Arakan. Beberapa orang tewas dan ratusan  rumah tinggal dan satu masjid ludes dibakar karena kekerasan teranyar yang terjadi di Rakhine sejak Ahad (21/10) malam.

Sampai hari ini , kondisi kedua kota masih mencekam, bahkan merambah ke beberapa kota lain. Aparat militer Myanmar sejak Juni lalu juga masih menerapkan status darurat militer di negara bagian itu.