MAKKAH –Ibadah Haji adalah rukun Islam yang ke lima. Wajib bagi ummat Islam yang mampu mengadakan perjalanan ke sana dan kondisi dalam keadaan aman.  Namun  bukan berarti umat muslim yang tidak mampu dari segi ekonomi tidak berhak mengecap indahnya menunaikan ibadah haji. Tekad itulah yang membuat seorang pria asal Bosnia-Herzegovina rela jalan kaki ke Kota Makkah, Arab Saudi.

Pria   bernama Senad Hadzic ( 47 tahun) asal Bosnia-Herzegovina  ini rela  berjalan kaki sejauh 5.700 kilometer selama 314 hari, tak lain untuk menunaikan rukun Islam kelima. Setelah melewati beberapa negara, diperkirakan bakal sampai di Makkah pekan ini.

Seperti disadur dari Al Arabiya, Hadzic berangkat dari Kota Banovici, sebelah timur laut Bosnia Herzegovina, pada Desember tahun lalu. Selama perjalanan, ia melewati enam negara, yakni Turki, Yordania, Suriah, Serbia, Bulgaria, dan terakhir Saudi.

Hadzic menyatakan rela berjalan kaki hingga ke Saudi, karena dirinya tidak memiliki cukup uang. Tapi, cintanya yang besar kepada Allah SWT, membuatnya rela berjalan ribuan mil.

“Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab Saudi dengan uang 200 euro (sekira Rp 2,5 juta),” akunya.

Selama perjalanan, Hadzic tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga rumah penduduk setempat yang menawarkan tempat menginap kepadanya

Berbekal tekad yang kuat untuk sampai di Arab Saudi guna melaksanakan ibadah haji, Senad Hadzic mengaku tak takut ketika menyinggahi wilayah berbahaya yang sedang dilanda konflik.

“Kenapa harus takut jika Tuhan bersama saya,” kata Hadzic seperti dinukil Al Arabiya.

Meski demikian, banyak orang yang mengingatkan Hadzic berhati-hati ketika melintasi negara yang mayoritas penduduknya non muslim, seperti Serbia dan Bulgaria. Tapi Hadzic justru menyatakan dirinya diterima baik di negara-negara non muslim. Seperti di Serbia, banyak orang yang keluar rumah dan memberikannya topi atau kaus kaki, ketika mengetahui dirinya melintas untuk pergi ke Saudi.

Bahkan, Hadzic mengaku ada satu profesor asal Serbia yang mengundangnya menginap di rumahnya. Hadzic menyatakan dirinya adalah muslim pertama yang tinggal di rumah profesor yang beragama Nasrani tersebut.

“Perjalanan ini memang memiliki sejuta masalah. Namun saya katakan pada Anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah,” sebutnya.

“Saya,” lanjut Hadzic, “tidak takut dengan mobil lapis baja atau peluru. Saya hanya takut Tuhan, dan sesampainya di Makkah saya akan berdoa untuk kita semua.”

Setiap hari Hadzic berjalan 12 sampai 20 mil. Dalam tas punggungnya, ia membawa salinan Alquran yang dibungkus dalam plastik untuk melindungi dari cuaca ekstrim. Selain itu ia juga membawa peta dan bendera enam negara yang dilintasinya, yakni Turki, Yordania, Suriah, Serbia, Bulgaria, dan terakhir Saudi..

“Saya berjalan atas nama Allah, untuk Islam, untuk Bosnia-Herzegovina, untuk orang tua saya, dan untuk kakak perempuan saya,” imbuh Hadzic.