MOSKOW — Kondisi umat Muslim di Rusia makin terpuruk setelah Presiden Vladimir Putin menentang keras pemakaian jilbab di lingkungan sekolah. Komentar Putin ini semakin menambah kontroversi yang berkembang di Rusia tentang larangan bagi murid perempuan Muslim yang berjilbab untuk bersekolah.

Komentar Presiden Putin ini muncul Kamis lalu ketika ditanya pendapatnya tentang kasus sebuah sekolah di selatan Rusia yang melarang siswi Muslim memakai jilbab selama di sekolah.

Kasus ini muncul ketika lima siswi Muslim dilarang masuk kelas di sekolah mereka di Desa Kara-Tyube di selatan Stavropol pekan lalu lantaran memakai jilbab. Sekalipun pada awalnya mereka masih boleh masuk sekolah pada September lalu sambil tetap
berjilbab. Namun akhirnya lima siswi ini diberitahu bahwa mereka tak boleh lagi masuk sekolah kecuali jilbabnya dilepas.

Kepala Sekolah Marina Savchenko mempertahankan keputusan itu. Menurutnya, siswi yang
memakai jilbab dianggap telah melanggar kebijakan sekolah, yang mengharuskan para siswi untuk memakai pakaian sekuler.

Kasus ini membuat para orangtua siswi mengajukan gugatan ke kantor kejaksaan lokal. Mereka mengeluh karena sekolah telah melanggar hak-hak konstitusional anak untuk mendapatkan pendidikan dan kebebasan beragama.

Pihak penuntut akan melakukan penaksiran hukum atas insiden itu dalam waktu 30 tahun dan mengambil kebijakan yang tepat bila kepala sekolah dianggap telah melanggar hukum.

Media massa Rusia menafsirkan komentar Putin sebagai ungkapan dukungannya untuk larangan berjilbab. Dalam menyuarakan oposisinya atas pemakaian jilbab di sekolah, Putin menegaskan bahwa negara harus menciptakan kondisi yang sama untuk semua warga negara dan menyerukan untuk menerapkan seragam di sekolah dan kolese.

Putin menilai upaya untuk berdiri ke luar dari komunitas multiagama akan membuat penganut agama lain merasakan hak dan kebebasan mereka berkurang. Ia juga mengusulkan pemerintah daerah untuk memperkenalkan lagi sebuah seragam sekolah yang tunggal di seluruh Rusia, sistem yang pernah diterapkan di Uni Soviet.

Federasi Rusia dihuni sekitar 23 juta umat Muslim yang tinggal di wilayah Kaukasus dan beberapa republik di selatan yaitu Chechnya, Ingushetia dan Dagestan. Islam adalah agama terbesar kedua Rusia setelah Kristen Ortodoks dan mewakili 15 persen dari 145 juta jiwa. (terbit)