Dirut Bank Muamalat Arviyan Arifin (kanan) menerima penghargaan

JAKARTA–Pionir perbankan syariah di Indonesia terus memperlihatkan kepiawainnya memberikan pelayanannya kepada nasabáh. Pelan tapi pasti, setelah tampil prima saat krisis moneter tahun 1997-1999, kinerja PT Bank Muamalat Indonesia terus melejit, semua sektor bisnis yang dikelola berkembang sangat signifikan.

Kinerja yang diraih Bank Muamalat telah menghantarkan bank syariah pertama Indonesia ini pada berbagai penghargaan. Di penghujung tahun 2012, Bank Muamalat kembali memperoleh penghargaan dari Global Finance, sebuah media yang berbasis di New York, Amerika Serikat dengan sirkulasi di 163 negara.

Siaran pers yang diterima Harian Terbit, Sabtu (20/10) menyebutkan, ini merupakan penghargaan keempat diterima Bank Muamalat yang secara berturut-turut diserahkan oleh Global Finance’s Publisher Joseph D. Giarraputo kepada Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin.

Acara yang diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank dilangsungkan di The Foreign Correspondents’ Club, Tokyo – Jepang, pecan lalu.

“Predikat The Best Islamic Bank in Indonesia inia merupakan apresiasi dunia internasional atas kinerja Bank Muamalat yang semakin membaik. Penghargaan yang telah kami terima sejak tahun 2009 secara berturut-turut ini, akan semakin memotivasi Bank Muamalat untuk meningkatkan level layanannya kepada nasabah” ungkap Arviyan.

Dalam kesempatan tersebut Joseph D. Giarraputo mengatakan, Global Finance, menetapkan beberapa kriteria kuantitatif dan kualitatif dalam penilaiannya. Di antara kriteria kuantitatif adalah pertumbuhan aset, profitabilitas, sebaran geografis, relasi strategis, serta pengembangan bisnis dan inovasi baru.

Untuk aspek kualitatif, katanya kriteria penilaiannya antara lain reputasi, kepuasan nasabah, opini para analis dan pelaku industri.

Perpaduan dari dua jenis kriteria penilaian tersebut, tidak akan bermuara pada bank terbesar, tertua ataupun terbanyak jaringan dan produknya. Namun lebih kepada bank yang paling dipilih nasabah, dalam memfasilitasi aktivitasnya.

“Keuangan syariah adalah industri yang paling cepat pertumbuhannya di dunia, dengan lebih dari 300 lembaga keuangan yang berupa bank syariah penuh ataupun unit usaha syariah. Disamping juga, ratusan bank investasi syariah serta asuransi syariah”, jelas Giarraputo.

Ia menambahkan, bank-bank pemenang layak diapresiasi, atas dedikasi mereka untuk memuaskan nasabah. Tentunya, sejalan dengan prinsip keuangan Islam.

Perkembangan Aset

Tentang aset Bank Muamalat, terus meningkat dari tahun ketahun. Dimana di usianya yang ke 20, per kuartal III 2012 (unaudited), Bank Muamalat mencatat Aset Rp 35,7 triliun. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 27,7 triliun dan Pembiayaan yang disalurkan senilai Rp 27,9 triliun.

Dalam lima tahun terakhir (2007 ke 2011) Aset Bank Muamalat tumbuh 3 kali lipat dari Rp 10.57 triliun menjadi Rp 32.48 triliun.DPK dari Rp 8.69 triliun jadi Rp 26.66 triliun. Adapun pembiayaan tumbuh signifikan dari Rp 8.62 triliun jadi Rp 22.47 triliun, bila dibandingkan dengan satu dekade lalu (akhir 2001), maka pertumbuhan tercatat berlipat 20 kali dimana pada saat itu Aset Bank Muamalat tercatat hanya Rp 1.6 triliun.

Bank Muamalat juga mencatat pertumbuhan, dalam pengembangan jaringan. Tahun 2011, Bank Muamalat menambah kantor 48 unit, termasuk di daerah yang belum terjangkau layanan syariah. Kini, kantor Bank Muamalat tersebar cukup merata di seluruh propinsi. Di Kawasan Indonesia Timur (KTI) misalnya, Bank Muamalat telah membuka kantor di Kupang, Manado, Jayapura, Timika, Sorong, bahkan Merauke.

Dalam 3 tahun terakhir, jumlah kantor Bank Muamalat berlipat dua kali dari 181 kantor (2008) menjadi 360 kantor (2011). Bahkan, per September 2012, jumlah kantor Bank Muamalat sudah mencapai 413 unit. Jumlah ATM Muamalat per akhir kuartal III 2012 telah mencapai 745 unit akan ditambah hingga jumlahnya mencapai 1000 unit akhir tahun ini. (H. Ierbit)