Bagi umat islam masjid bukanlah sekedar tempat beribadah., bahkan difungsikan lebih dasri itu, masjid  juga digunakan untuk menuntut ilmu bahkan pada jaman Rasulullah saw. digunakan untuk berlatih pedang. Semua ilmuwan muslim dari berbagai bidang pun terlahir dari masjid.

Sebuah harian- Maarev Zionis mengungkapkan pihak militer selama beberapa hari ke depan akan menggelar sejumlah serangan ke pangkalan militer gerakan Hamas di utara Gaza. Itu termasuk beberapa bangunan dan masjid.

Masjid-masjid tersebut diklaim digunakan Hamas dan Jihad Islam untuk menimbun amunisi militer guna menggempur Israel. ”Harian tersebut menegaskan pentingnya menggempur masjid-masjid tersebut untuk melindungi kepentingan Israel,” kutip Infopalestina.

Dalam kaitan ini, televisi Chenel 7 mengatakan militer Zionis bersiap melancarkan serangan secara besar-besaran dengan tema Case Lead jilid 2 demi menguasai koridor philadepia. Saat ini Israel sedang mencari kesempatan yang tepat untuk menggelar perang ke Gaza.

Militer Zionis paham betul soal harga yang harus dibayar jika menyerang Gaza. Namun, harga yang harus dibayar oleh Gaza itu lebih besar dan lebih banyak ketimbang perang Case Lead 1. (Case Lead adalah kode sandi penyerangan Israel ke Gaza beberapa bulan lalu).

Lebih lanjut,  Pesawat tempur Israel, Rabu (17/10) malam melancarkan serangan udara ke bekas pos keamanan nasional di selatan kota Gaza. Pusat Informasi Palestina menyatakan, pesawat tempur jenis F16 menjelang tengah malam melepaskan tembakan sebuah rudal ke arah bekas pos keamanan nasional di utara persimpangan Syuhada “Netsarim”.

Sumber info Palestina menambahkan, ledakan yang terjadi tidak menimbulkan korban jiwa. Pesawat termpur Israel terus terbang secara intensif di udara Jalur Gaza.

Sebelumnya, pada Rabu pagi, pesawat tempur Zionis Israel melancarkan dua serangan udara ke pos Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, di utara Jalur Gaza, namun tidak ada korban jiwa.

Laporan lainnya menyebutkan, tentara Israel juga  telah menangkap 20 bocah lebih selama dua pecan terakhir di bulan Oktoner ini. Penangkapan berlangsung di Tepi Barat dan Al-Quds.  Laporan ini bersumber dari divisi anak-anak di Ramallah yang menyebutkan, Israel meningkatkan eskalasi kejahatanya terhadap Tepi Barat dan Gaza. Mereka menggunakan cara-cara kasar dan tak berprikemanusiaan dalam menghadapi anak-anak Palestina, selain menggunakan cara-cara brutal dalam membubarkan aksi damai warga, hingga puluhan bocah Palestina terluka.

Dalam laporan Rabu (17/10) lembaga ini menyebutkan, selama dua pekan terakhir, lebih dari 20 bocah Palestina mengalami penangkapan dan pemberangusan dari tentara Zionis dan kelompok pemukim Israel. Kebanyakan anak yang ditangkap berasal dari Hebron dan wilayah Al-Quds Timur.