Seorang oknum TNI-Angkatan Udara Pangkalan Udara Roesmin Norjadin, Pekanbaru, Riau diduga keras telah melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan yang sedang meliput jatuhnya pesawat tempur TNI-AU jenis Hawk 200 di Jalan Amal, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (16/10).

Dari informasi  beberapa sumber, kejadian ini bermula dari sejumlah oknum TNI yang merasa terganggu oleh kegiatan wartawan yang sedang meliput kejadian jatuhnya pesawat tempur. Di tengah kobaran api dan asap yang membumbung tinggi dari pesawat, tampak mobil pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api. Lokasi di sekitar musibah menjadi ramai dan jalanan macet karena ramainya warga yang hendak melihat perisiwa itu.

Tiba-tiba terjadilah insiden tersebut. Seperti yang dilaporkan kantor berita Antara Riau, lengan kanan wartawan Febrianto Anggoro yang sedang memegang kamera tiba-tiba ditarik seseorang berseragam yang kemudian memukul bahu kiri Febrianto. Sang oknum ini juga sempat memukul perut Febrianto hingga terjengkang. Kepala Febrianto kemudian didorong sehingga helm yang dikenakannya terlepas.

Ketika itu, Febrianto berada sekitar 50 meter dari lokasi jatuhnya pesawat tempur. Namun tak jauh dari lokasi itu sejumlah wartawan lain mengalami kejadian serupa. Dari informasi yang sempat terhimpun sejauh ini, korban pemukulan antara lain Wartawan Riau Pos, Didik yang mengalami pendarahan di telinga, kemudian Wartawan TVOne, Riau Channel serta dua wartawan dari Riau TV.

Seluruh kejadian itu disaksikan oleh sejumlah orang yang sedang menyaksikan musibah itu. Bahkan beberapa kejadian sempat difoto dan direkam oleh wartawan, seperti yang terlihat pada foto berita ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak TNI AU mengenai musibah dan insiden pemukulan tersebut.

Inilah videonya: