Protes Besar-Besaran Para Biksu Budha menolak Organisasi Islam di Myanmar

Presiden Myanmar Thein Sein telah melarang pembukaan kantor dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di negara itu, di tengah protes besar-besaran oleh para biksu Budha terhadap organisasi negara-negara muslim di dunia tersebut.

“Presiden tidak akan mengijinkan kantor OKI karena tidak sesuai dengan keinginan rakyat,” kata seorang pejabat dari kantor presiden kepada Agence France-Presse (AFP), sebagaimana dilansir onislam.net.

Langkah ini mengikuti protes besar-besaran oleh para biksu Budha terhadap rencana oleh badan Muslim itu untuk membuka kantor penghubung di negara bagian barat Rakhine.

Pekan lalu, OKI mengatakan bahwa pihaknya telah memperoleh lampu hijau dari pemerintah Burma untuk membuka kantor di negara itu. Hal itu terjadi setelah delegasi dari OKI mengunjungi Rakhine bulan lalu, yang merupakan tempat terjadinya peristiwa kekerasan sektarian mematikan antara umat Buddha dan etnis Bengali-Muslim, yang dikenal sebagai Rohingya. Namun rencana untuk membuka kantor OKI di Burma telah memicu protes besar-besaran oleh para biksu Budha.

Sekitar tiga ribu biksu, beberapa diantaranya meneriakkan dan memegang spanduk bertuliskan “Tidak untuk OKI” berdemonstrasi di Yangon.

Ribuan lainnya menggelar protes di kota terbesar kedua Mandalay. Demonstrasi serupa terjadi di kota Pakokku di wilayah Magway bagian tengah Myanmar

“Kami tidak bisa menerima setiap kantor OKI di sini,” kata Oattamathara, seorang biarawan/biksu yang memimpin protes massa di kota Mandalay.

“Bukan kantor sementara dan bukan kantor permanen.”

Ketegangan telah tinggi di Burma sejak Juni lalu ketika ribuan Rohingya Muslim dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka setelah kekerasan etnis mengguncang negara bagian barat Rakhine.

Anggota OKI, yang beranggota 57 negara, mengunjungi Rakhine pada bulan lalu setelah kelompok hak asasi menuduh pasukan keamanan menembaki warga Rohingya selama kerusuhan yang memicu kekhawatiran seluruh dunia Islam.