Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis  peringatan kepada para  dokter mengenai virus baru  SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) , sebuah virus  spesifik  dengan target individu orang keturunan arab .

Ini merujuk dari kematian banyak warga Hongkong beberapa tahun silam akibat virus SARS, dan kini virus tersebut dikembangkan menjadi sebuah senjata pembunuh massal yang mengerikan.

Israel, dalam laporan WHO, ditelah berusaha untuk menemukan gen spesifik yang dibawa oleh manusia, utamanya ras Arab dalam upaya untuk mengembangkan senjata bio spesifik ras yang diam-diam bisa mengenai populasi Arab dan berkibat pembersihan etnis besar besaran jika senjata SARS diluncurkan.

Analis WHO dalam laporannya, berdasarkan temuan dan informasi intelijen, di Israel sedang berlangsung aktivitas menciptakan bakteri rekayasa genetika atau virus sebagai senjata bio yang bisa dikerahkan melalui pasokan udara atau air.

Bahkan, intelijen Israel, Mossad, disebut-sebut bekerjasama dengan agen pertahanan Inggris di Porton Down, untuk menghasilkan senjata SARS tersebut.

Sebelumnya pada bulan September, kasus pertama SARS, virus seperti itu diidentifikasi di Qatar. Korban dipindahkan ke Inggris, di mana dia ditemukan memiliki coronavirus yang sangat mirip SARS.

Kasus kedua adalah seorang wanita kelahiran Saudi yang meninggal setelah diserang oleh virus baru. Gejala-gejala dari virus SARS-seperti demam, batuk dan sinyal pernapasan lainnya.

SARS muncul antara November 2002 dan Juli 2003. Sejumlah 8.098 orang diperkirakan keturunan Asia terinfeksi dan 774 diantaranya meninggal akibat virus spesifik ras. (Lensa Indonesia)