Ilustrasi

Saat ini China memiliki 11 bank sperma yang bisa diakses masyarakat. Tetapi jika 11 bank sperma tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan, China juga menyediakan donor sperma di pasar gelap.

Yu Hua dan suaminya adalah pasangan dari provinsi Shanxi yang ingin memiliki anak. Mereka mendapatkan donor melalui Huang, penjual sperma profesional di pasar gelap. Huang bahkan dengan percaya diri menawarkan cara donor.

“Kalian bisa menyuntikkan spermaku, atau memasukkannya melalui hubungan seksual,” jelasnya, seperti dilansir oleh Health Me Up (12/10).

Jiang Xiang-long, direktur Bank Sperma di Provinsi Jiangxi mengatakan bahwa bank sperma saat ini tengah kekurangan donor.

“Mereka mengatakan bahwa kami harus menunggu 15 bulan untuk mendapatkan donor sperma, setelah kami melakukan tes kesehatan. Usiaku sudah 32 tahun dan aku tak bisa menunggu lebih lama lagi,” papar Yu Hua.

Pasangan yang mendapatkan donor sperma di pasar gelap tentu tidak mendapatkan bantuan dokter ketika melakukan injeksi.

“Aku akan memasukkan sperma dalam sebuah gelas setelah masturbasi, kemudian menyuntikkannya pada tubuh istrinya melalui suntik plastik,” jelas Huang.

Li Shaohua, pengurus kelompok donor sperma sukarela di internet mengatakan bahwa lebih baik donor sperma dilakukan melalui hubungan seks karena seringkali lebih berhasil dan tidak berisiko pada kesehatan.

Menteri kesehatan China mengatakan bahwa donor sperma legal hanya dilakukan oleh bank sperma. Apapun yang terjadi dalam aktivitas jual beli maupun donor sperma yang dilakukan di pasar gelap tidak dilindungi oleh hukum China dan tidak diterima secara moral masyarakat. (merdeka.com)