Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad rupanya menyadari cinta itu adalah kehendak Tuhan dan bukan ciptaan manusia. Sebab itu, dia menyatakan tidak keberatan anaknya berkencan dengan orang Yahudi.

“Saya harus melihat dulu seperti apa lelaki atau perempuan Yahudi itu,” kata Ahmadinejad dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi CNN dalam program ‘Piers Morgan Tonight’, Senin (24/9). Dia menambahkan perasaan cinta antara dua insan harus diterima.

Dia mengungkapkan banyak orang Yahudi tinggal di Iran dan hubungan dengan etnis lain berlangsung mulus. Bahkan, dia menambahkan sejumlah muslim menikahi orang Kristen atau Yahudi. “Kami tidak mempunyai persoalan mengenai itu,” ujarnya.

Surat kabar the Daily Telegraph mengungkapkan sebetulnya nama keluarga Ahmadinejad adalah Saburjian yang berarti tukang tenun. Nama ini turunan dari kata “Sabur”, yakni kerudung yang biasa digunakan kaum Yahudi saat berdoa di sinagoge saban Sabtu atau hari suci lain. Selendang ini biasa dipakai saat sembahyang pada pagi, sore, dan malam.

Versi lain menyebutkan nama asli keluarganya adalah Sabbaghan atau tukang pengering pakaian. Secara tradisi di Iran, kedua nama ini merujuk pada profesi yang digeluti warga non-Muslim. Bukan sebuah kebetulan di kota kelahiran Ahmadinejad, Aradan, terdapat komunitas Yahudi yang menetap di sana sejak abad ke-3 sebelum Masehi.

Ahmadinejad telah mengakui soal perubahan nama marga itu pada 1950-an. Pihak keluarga beralasan penggantian ini untuk menghindari diskriminasi ketika mereka pindah ke Ibu Kota Teheran.

Namun Ali Nurizadeh, pengamat dari Pusat Studi Arab dan Iran, mengatakan sikap anti-Israel Ahmadinejad lantaran ia ingin menyembunyikan kaitannya dengan Yahudi. “Tiap keluarga yang pindah agama mengambil identitas baru dengan mengecam agama lama mereka,” katanya.

Ahmadinejad dikenal kerap mengecam negara Zionis itu. Dia menyebut Israel sebagai kanker dan harus dihapus dari peta dunia. (Zonakita.com)