Demonstran Filipina (PotoAFP)

Jakarta –  Protes terhadap film Anti Islam  “Innocence of Muslims”  merebak diberbagai belahan dunia, tidak saja di negara negara yang mayoritas penduduknya muslim namun negasra  Ingris, Prancis dan Australia serta Filipina juga turun ke jalan berdemo terhadap film anti Islam garapan Sutradara Amerika asal Mesir    Nakoula Basseley Nakoula (Sam Bacile) yang beragama Kristen Koptik.

Di Filipina Sekitar  3 ribu demonstran turun kejalan memprotes  film anti-Islam, “Innocent of Muslims dengan  membakar bendera Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Demonstran menggelar aksi di Marawi untuk mengutarakan protesnya. Para demonstran menginjak-injak bendera AS dan Israel, setelah itu mereka pun membakarnya. Mereka membawa spanduk yang bertulisan “Amerika adalah setan” dan “Israel adalah Yahudi, musuh Umat Islam.”

Protes itu muncul setelah militer Filipina mengatakan, mereka akan menerima kehadiran Marinir AS di Mindanao. Sementara itu, Gubernur Mujiv Hataman mendesak warga agar menenangkan diri.

Kota Marawi merupakan salah satu kota di Filipina yang didominasi oleh warga Muslim. Demonstran di kota itu turut mendesak Presiden Benigno Aquino untuk melarang film itu. Insiden demonstrasi itu juga tidak menimbulkan korban. Demikian, seperti diberitakan AFP, Selasa (18/9/2012).

Namun Presiden Aquino menegaskan kembali bahwa, dirinya tidak memiliki wewenang untuk melarang peredaran film itu. Aquino menjamin film itu tidak akan muncul di televisi.

Insiden film kontroversi itu juga tidak luput dari perhatian fraksi separatis Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Wilayah selatan Filipina. MILF mengecam film itu, namun mereka tidak berniat untuk melakukan serangan ke kantor-kantor misi diplomatik AS di Filipina.

Salah satu alasan yang mendorong MILF untuk menahan dirinya adalah gencatan senjata dengan Pemerintah Filipina. MILF yakin, bila mereka melakukan serangan-serangan di kantor Kedutaan Besar AS di Manila, hal itu sama saja dengan mengkhianati perjanjian gencatan senjata