Salah Satu Coretasn Grafiti penghinaan terpampang di dinding  Al Farooq Mosque

WASHINGTON —Masjid di Amerika Serikat mengalami serangkaian serangan menyusul gelombang protes anti-Amerika yang melanda dunia Islam atas film yangmenghina Nabi Muhammad SAW.

“Tidak ada yang seperti ini pernah terjadi kepada kami sebelumnya, bahkan setelah 9/11,” kata Ehsan Ahmed, direktur Islamic Center Masjid Harrisonburg di Virginia dan seorang profesor ekonomi di James Madison University, The Washington Post melaporkan pada Minggu 16 September, sebagaimana dilansir onislam.net

Coretan bernada penghinaan rasial juga terlihat di tembok masjid. Masjid Dar al-Hijrah di Falls Church juga diserang pada akhir pekan lalu. Seluruh kaca jendela 30 mobil yang parkir di lingkungan masjid telah dipecahkan.

Jubir kepolisian wilayah Fairfax menyebut insiden itu sebagai ‘aksi vandalisme acak’ dan bakal menyebar ke wilayah lain. Ia mengklaim bahwa serangan itu bukan hanya terjadi di masjid saja.

Namun para pemimpin Muslim melihat serangan itu dengan berbagai aksi protes anti-Amerika yang melanda seluruh negara Islam berkaitan dengan sebuah film produksi Amerika yang menghina Nabi Muhammad SAW.

“Video anti-Islam ini membuat orang marah. Begitu juga serangan terhadap kuil Sikh di Wisconsin,” ujar Mohammed Aslam Afridi, dokter hewan kelahiran Pakistan yang juga Ketua Masjid Dar al-Hijrah.

Aksi protes melanda seluruh negara Islam sejak Selasa 11 September lalu, bertepatan dengan peringatan serangan berdarah di AS, atas film buatan AS yang menghina nabi.

Dengan judul “Innocence of Muslims”, film itu menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai orang bodoh, perayu wanita dan pemalsu agama.

Film ini dipromosikan oleh pastor Amerika, Terry Jones, yang pada 2010 lalu memicu kemarahan umat Muslim karena berencana membakar Alquran. Jones menyebut film itu tergolong jenis satire tentang kehidupan nabi Muhammad. Ia merilis rekaman video di YouTube setelah mengklaim telah melakukan ‘persidangan’ simbolis terhadap nabi.

Menlu AS Hillary Clinton menyebut film itu menjijikkan dan mengatakan bahwa pemerintah Amerika tidak ada hubungannya dengan film itu. Umat Muslim di Amerika mendapatkan dukungan simpati dari masyarakat menyusul insiden serangan di sejumlah masjid.

Menurut Kai Degner, anggota dewan legislatif dan juga agen real estat, insiden ini memberi peluang bagi penduduk untuk saling mengenal tetangga dan membangun citra positif. Ia mendirikan situs bertajuk “We are all Harrisonburg” dan mengundang warga untuk hadir dalam pertemuan solidaritas di masjid yang bakal dihadiri sekitar 500 orang. Penduduk di wilayah Dar al-Hijrah juga merasa terkejut atas serangan di masid.

Para pemimpin Muslim Amerika juga mengutuk serangan terhadap berbagai misi diplomatik Amerika di sejumlah negara. Mereka menyerukan umat Muslim untuk memberitahu dunia tentang masyarakat Amerika dan menegaskan bahwa ekspresi kemarahan tidak semestinya disalurkan dengan cara kekerasan dan membunuh orang tak berdosa.

Dewan Hubungan Islam Amerika CAIR yang berpusat di Washington juga mengeluarkan rekaman video berbahasa Arab dan meminta umat Muslim untuk tidak menyalahkan pemerintah Amerika atas peredaran film yang ofensif itu.