JAKARTA–Pernyataan calon Wakil Gubernur DKI Basuki T Cahya alias Ahok dinilai menyinggung persaan orang tegal dengan menghina usaha warteg yang menjadi kebanggaannya mereka.

Pernyataan Ahok di salah satu setasiun televisi soal management busway yang omsetnya trilyunan tp di kelola pake management warteg yang buruk, dianggap sama saja menghina orang Tegal.

“Harusnya Ahok sadar, kalau orang Tegal ke Jakarta bukan mencari makan atau jabatan, tapi memberikan makan kepada warga dengan membuka Warteg. Saya kira menejemen Warteg tak seburuk yang yang ada di benak Cawagub yang diusung PDIP dan Partai Gerindra itu,” kata Sutiyono, tokoh pemuda Tegal yang aktif memberikan kepada warung-warung Tegal di Jakarta, Senin (17/9).

Menurut Sutiyono, pihaknya bisa saja membalas bahwa orang China bisnisnya begini, begitu dan lain sebagainya, tetapi dia tidak ingin merendahkan melalui media.

Ia menegaskan bisnis yang dilakukan dengan membuaka warung adalah halal, selain meberikan lapangan pekerjaan untuk banyak orang. Kalau menejemen Warteg dianggap buruk, tentu warung-warung Tegal di Jakarta tidak akan berkembang.

Buktinya kata Sutiyono keberadaan Warteg di Jakarta terus berkembang. “saya kira ini bisnis seperti ini sangat dibutuhkan. Ini bisnis yang sangat membantu, karena dengan Rp5000 orang sudah bisa makan kenyang. Anda bisa bayangkan apa jadinya Jakarta kalau tidak ada Warteg,” tegas Sutiyono.

Ia berharap siapapun jangan merasa wah sendiri, jangan merasa pinter lalu merendahkan orang atau kelompok tertentu.

Sutiyono juga mengimbau warga perantau asal Tegal dan warga pendatang umumnya untuk sadar dan bangkit dalam pertarungan bisnis di tingkat masyarakat bawah demi kepentingan tanah air.

“Kami juga meminta pasangan Jokowi-Ahok untuk meminta maaf kepada masyarakat Tegal dan para pemilik Warteg,” tutur magister kriminologi Universitas Indonesia itu. (HT)