Protes anti-AS akibat peredaran film yang dinilai melecehkan Islam (Foto: NY Daily News)

Los Angeles – Penyelidik Federal Amerika Serikat (FBI) berhasil mengidentifikasi sutradara film “Innocent of  Muslims” yang memicu kemarahan warga Muslim di Dunia. Sosok pria yang menyamarkan dirinya bernama Sam Bacile itu tidak lain adalah Nakoula Basseley .

Menurut Associated Press, Jumat (14/9/2012) nama Nakoula Basseley  muncul setelah FBI menyimpulkan hasil penyelidikan yang mereka lakukan atas keberadaan film yang dinilai merendahkan Islam dan Nabi Muhammad. Peredaran film ini bahkan telah menyulut kemarahan di sejumlah negara di dunia terutama ditimur tengah.

Di Libya kemarahan sejumlah orang bahkan menimbulkan kedukaan mendalam bagi AS menyusul tewasnya Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens dan tiga staf diplomat lainnya. Mereka tewas setelah sekelompok orang bersenjata menyerang gedung Konsulat AS di Benghazi.

Sam Bacile yang memproduksi film “Innocence of Muslim” dikabarkan meminta perlindungan polisi setelah protes membara dari seluruh dunia, ujar juru bicara Los Angeles Police Department, Kamis (13/9).

Para wartawan berkerumun di luar rumah Nakoula Basseley, 55 tahun, seorang penganut Kristen Koptik, di pinggiran selatan Los Angeles, AS. “Kepolisian memang menerima permintaan perlindungan dan kami merespons. Kami melayani keselamatan publik,” ujar Steve Whitman, juru bicara sheriff di kota kecil Cerritos, sekitar 40 kilo meter selatan Los Angeles.

Hanya sedikit yang diketahui tentang Nakoula Basseley alias Sam Bacile ini, kecuali catatan kriminalnya. Ia pernah dihukum 21 bulan penjara pada 2010 karena menipu sebuah bank. Keluarganya menolak berbicara kepada para wartawan yang mengerumuni rumahnya.

Jika dia menyamar sebagai Sam Bacile dan mengatakan kepada dua media AS dirinya adalah orang Yahudi berkewarganegaraan ganda AS dan Israel, kini temannya mengkonfirmasikan kepada kantor berita AFP bahwa dia sesungguhnya seorang Kristen berkewarganegaraan AS dan bukan Israel.

Dua hari lalu, si pembuat film “Innocence of Muslims” yang menyamarkan namanya sebagai Sam Bacile itu, mengaku warga AS keturunan Yahudi dan sedang ngumpet entah di mana.

Ia takut nasibnya bisa seperti Theodorus ‘Theo’ van Gogh, kolumnis, sutradara, pengarang dan aktor film Belanda dalam film “Submission” yang mengritik perlakukan terhadap perempuan Islam dan memicu kontroversi. Pada November 2004 van Gogh dibunuh Mohammed Bouyeri, Muslim Belanda keturunan Maroko

Film “Innocence Muslims” berdurasi 14 menit diunggah ke internet pada Juli. Di dalamnya, seorang aktor memerankan Nabi Muhammad yang sedang mabuk dan predator biseksual.

Film berkualitas buruk ini ditandai dengan akting amatiran, jenggot palsu yang konyol, dan dirilis dalam bahasa Inggris, tetapi trailernya dibuat dalam bahasa Arab dan memicu kemarahan membara di dunia Arab.

Para aktor yang ikut dalam film ini sudah muncul di depan publik mengecam si “Bacile”. Mereka menuduh Bacile sengaja menyesatkan isi dan rujukan Islam dan Nabi Muhammad dengan sulang suara (dubbing) dalam pasca produksi film itu.