Jakarta -Menjelang lebaran  Mantan ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK )   Antasari Azhar bikin hangat lagi kasus bailout Bank Century, dengan  mengungkap fakta baru bahwa Presiden SBY turut dalam rapat bailout Bank Century. Bahkan, presiden yang memimpin rapat untuk skenario pencairan dana Rp6,7 triliun tersebut. Antasari mengaku ketika itu diundang Presiden SBY ke istana dalam kapasitas sebagai ketua KPK yaitu pada Oktober 2008.

Mantan anggota Panitia Khusus Bank Century Ahmad Yani seperti dilansir   metrotvnews.com   mengatakan, pengakuan bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menjadi geger politik luar biasa. Rumor perampokan uang negara menjelang Pemilu 2009 kini menjadi kenyataan.

“KPK harusnya menjadi leading sector, kenapa kasus ini lama sekali. Abraham Samad (Ketua KPK) dulu janjinya dalam minggu-minggu ini, kini sudah berbulan-bulan,” kata Ahmad Yani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/8).

Kasus Century menjadi skandal politik besar seperti halnya Watergate. Jika terbukti benar, kata Yani, mestinya pihak yang terlibat mengundurkan diri. Ia mengajak semua pihak membongkar bersama–sama. “Ini menyangkut keguncangan politik dan kegaduhan politik. Antasari adalah Ketua KPK,” kata Yani.

Antasari Azhar mengungkap fakta baru dugaan korupsi bailout Bank Century. Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin rapat untuk membahas skenario pencairan dana Rp6,7 triliun untuk Bank Century.

Antasari mengaku diundang Presiden SBY ke istana saat ia masih menjabat sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, pada Oktober 2008. Sejumlah pejabat tinggi yang hadir antara lain Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supanji, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani dan Mensesneg Hatta Rajasa. Selain itu turut hadir Gubernur BI Boediono, Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana.

Dalam pertemuan tersebut Presiden memimpin langsung skenario bailout Bank Century. Menurut Antasari, selain Bank Century, ia juga sering dihubungi sejumlah pihak membahas penyelamatan bank sakit. Antasari yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang mengungkap bahwa menjelang pemilu 2009 pemerintah mencari-cari bank sakit untuk sesegera mungkin disuntik dana segar.

Menurut  Wakil Ketua DPR  Priyo Budi Santoso  seperti dilansir metrotvnews.com  Testimoni Antasari Azhar soal bailout terhadap Bank Century bisa menjadi isu yang mengemparkan. Sebab, banyak skandal dalam kasus tersebut yang ditemukan selama ini.

“Kalau benar apa yang dinyatakan Antasari Azhar itu sudah tentu menggemparkan. Saya sendiri tidak dalam posisi menilai testimoni tersebut kesahihannya seperti apa,” terang Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (11/8).

Menurut Priyo, DPR sendiri dengan waktu yang sangat melelahkan telah memutuskan. “Kami nilai menyimpan banyak hal termasuk dugaan tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang, dan tindak pidana perbankan lainnya,” tegas Pimpinan Tim Pengawas Century itu.

Sementara kuasa hukum Antasari Azhar, Maqdir Ismail mengatakan, Antasari pernah mengaku didatangi Boediono. Saat Itu Boediono datang sebagai Gubernur Bank Indonesia dan membicarakan rencana bailout Bank Indover. Antasari, kata Maqdir, heran kenapa Bank Century yang dibailout.

“Kita tak juga tak pernah tahu argumen yang dipilih Bank Indonesia sehingga yang dibail-out adalah Bank Century,” terang Maqdir. Namun yang jadi soal, kata Maqdir, bukan bailoutnya. “Tapi memutuskan kenapa mesti Bank Century yang dibailout yang sampai saat ini tak pernah jelas apakah Rp600 miliar atau sampai Rp6,7 triliun,” tegasnya.
Menurut  Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Tjatur Sapto Edy  Seperti dilansir Okezone  11/8/20, testimoni mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar tidak bisa dijadikan fakta hukum bagi penegak keadilan. Sebab testimoni tersebut tidak disertai bukti-bukti.
“Testimoni Antasari itu sulit menjadi fakta hukum bila tanpa disertai bukti-bukti dan dibenarkan oleh saksi-saksi yang lain,” ungkap Tjatur saat dikonfirmasi, Jumat (10/8/2012).
Meskipun sulit dijadikan sebagai fakta hukum, namun kata dia tak ada salahnya kalau testimoni Antasari Azhar itu dijadikan masukan bagi penegak hukum.  “Testimoni Pak Antasari menarik untuk disimak dan dijadilkan masukan oleh penegak hukum,” jelasnya.