Pasukan Myanmar menembaki Muslim Rohingya yang sedang berusaha menyelamatkan rumah-rumah mereka yang terbakar.

SITTWE – Pemantau HAM Myanmar (Human Rights Watch) melaporkan bahwa pasukan Myanmar pada dasarnya gagal melakukan intervensi damai setelah kekerasan sektarian meletus pada bulan lalu di barat Myanmar. Pasukan Myanmar justru menembaki Muslim Rohingya yang sedang berusaha menyelamatkan rumah-rumah mereka yang terbakar.

Laporan Tim Pematau HAM Myanmar setebal 56 halaman itu diumumkan pada Rabu kemarin, 1/8. Kelompok pemerhati HAM yang berbasis di New York ini lantas merekomendasikan perlunya reaksi internasional atas “kekejaman” yang terjadi selama kerusuhan berdarah antara umat Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya tersebut.

Laporan ini dirilis hanya sesaat setelah utusan hak asasi manusia PBB mengunjungi daerah itu untuk menyelidiki konflik yang menewaskan sedikitnya 78 orang dan menyebabkan 100.000 orang kehilangan tempat tinggalnya.

Pemantau HAM Myanmar itu juga menegaskan bahwa konflik di negara bagian Rakhine itu menunjukkan bahwa penganiayaan juga dillakukan oleh negara karena adanya diskiriminasi dalam penanganan. Oleh sebab itu, mereka mendesak masyarakat internasional untuk tidak dibutakan oleh narasi romantis perubahan besar di negeri ini yang juga disebut Burma itu.