Pamekasan – Kasus pembunuhan kembali terjadi di Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Kali ini, korbannya menimpa Bayya (37), warga Dusun Batas Timur, Desa Pangerreman, Kecamatan Batumarmar.

Korban dibantai pelaku menggunakan celurit sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (27/7/2012), di musala depan rumah korban. Parahnya, pembunuhan itu dilakukan di depan anak dan istri korban, Su’ama (38).

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (26/7/2012), korban bersama anak dan istrinya tidur di musala. Saat terlelap, datanglah pelaku menuju musala dan mencari korban.

Pelaku yang melihat korban tertidur langsung menghampiri dan menyabetkan celurit yang dipegangnya. Sempat terjadi perlawanan oleh korban. Namun, korban keburu terkena sabetan tajam di bagian perut hingga ususnya terburai.

Tidak hanya itu, korban juga mengalami luka tajam di bagian tangan sebelah kanan dan kiri serta memar di bawah mata. Alhasil, korban menghembuskan napas terakhirnya di TKP. Pelaku kemudian melarikan diri.

Mengetahui suaminya dibacok, Su’ama spontan berteriak dan meminta pertolongan warga. Warga dan polisi akhirnya datang dan mengevakuasi mayat korban.

Polisi juga langsung melakukan penyisiran. Beruntung, sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku berhasil diringkus di rumahnya, Desa Tobai Timur, Kecamatan Sokobenah, Kabupaten Sampang. Pelaku bernama Achmad Subah (30). Pelaku ternyata masih mempunyai hubungan keluarga dengan korban.

Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Suyono mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Ada dugaan, pelaku membunuh korban karena dendam. “Saat ini, pelaku sudah ditahan. Kami terus melakukan pemeriksaan. Pelaku akan dijerat Pasal 338 sub 351 tentang penganiayan yang disengaja dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya . (berita jatim)