Jakarta – Ini suatu peringatan bagi anda yang doyan nonton film video bokep  sebaiknya berpikir ulang. Pasalnya, temuan baru mengatakan, ketika Anda menyaksikan video porno, bagian otak yang memproses rangsangan visual justru hanya sedikit bekerja. Sehingga ketika Anda serius menyaksikan video porno dan jarang berkedip, dianggap sebagai sebuah “tugas” yang memerlukan intensitas tinggi pada indera penglihatan.

Pada dasarnya otak dapat merasakan cemas ataupun terangsang, namun tidak secara bersamaan. Ketika mengalami orgasme aktivitas otak yang berkaitan dengan rasa cemas menurun drastis. Begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu wanita yang jarang merasakan orgasme mudah merasa cemas. Di sisi lain, saat sedang merasa cemas atau ketakutan, sulit untuk seseorang terangsang.

Gert Holstege, peneliti dari University of Groningen Medical Center di Belanda merasa terpancing dengan rumitnya kerja otak. Holstege memilih 12 wanita heterosksual yang sedang berada pada masa pramenopause dalam penelitiannya. Para wanita ini juga sedang berada dalam program Keluarga Berencana (KB) yang menggunakan hormon.

Dengan menggunakan positron emission tomography (PET) otak dari masing-masing wanita tersebut dipindai. Sebelumnya, mereka diminta untuk menonton tiga macam video. Video pertama hanya berupa film dokumenter tentang alam yang sederhana. Film kedua dan ketiga memuat konten pornografi. Bedanya, video kedua hanya menampilkan foreplay dan stimulasi-stimulasi manual, sedangkan video ketiga sudah menampilkan hubungan seksual secara utuh.

Hasilnya, hanya di video ketiga, yang menampilkan konten erotis dengan intensitas tinggi menunjukan sedikitnya aliran darah yang dikirim ke korteks visual utama. Bagian itu tetap aktif, namun hanya sedikit. Sebuah kondisi yang biasanya hanya muncul ketika seseorang diminta untuk melakukan pekerjaan nonvisual, seperti mengingat kata.

Menurut Holstege, hasil ini dapat diartikan pada saat menonton video porno, otak lebih memfokuskan kerjanya pada rangsangan seksual, bukan pada proses visual yang terjadi. Otak tidak lagi mempedulikan warna lantai atau pintu dalam video tersebut.

Apabila aktivitas otak seperti ini sering terjadi, maka bagian korteks visual utama secara perlahan akan mengalami penurunan kinerja. Karena pada dasarnya bagian otak yang jarang digunakan, suatu saat fungsinya akan menurun.

Khusus untuk hubungan seksual, temuan ini semakin menunjukan pentingnya situasi yang membuat wanita merasa aman saat melakukan hubungan seksual. Kecemasan hanya berfungsi sebagai libido-killer. (Metronews)