AFP Gedung Putih
WASHINGTON, KOMPAS.com – Dinas Rahasia (Secret Service) AS menemukan sebutir peluru yang memecahkan kaca jendela Gedung Putih sebelum akhirnya tertahan kaca khusus anti-peluru yang melindungi interior bangunan itu, lapor WRC-TV pada Selasa (15/11/2011) larut malam waktu setempat.

Peluru tersebut ditemukan Selasa pagi, kata seorang pejabat Dinas Rahasia yang menambahkan bahwa sebuah peluru kedua ditemukan di luar gedung itu.

Dinas Rahasia telah menyelidiki sebuah peristiwa penembakan yang terjadi di dekat Gedung Putih pada Jumat malam lalu. Namun sumber-sumber pihak keamanan mengatakan kepada stasiun televisi itu bahwa mereka belum bisa mengonfirmasi peluru yang baru ditemukan itu terkait dengan insiden pada Jumat malam tersebut.

Sebuah senapan serbu jenis AK-47 itu ditemukan di sebuah mobil yang ditinggalkan pada Jumat malam itu setelah para petugas Dinas Rahasia mendengar tembak-tembakan yang berasal dari dua kendaraan di Constitution Avenue, sekitar setengah mil jauhnya dari Gedung Putih, pada sekitar pukur 21.00.

Jurubicara Kepolisian US Park, Sersan David Schlosser, Minggu, mengatakan, para petugas telah memperoleh surat perintah penangkapan untuk Oscar Ramiro Ortega (21 tahun), atas tuduhan kejahatan karena membawa senjata berbahaya, terkait dengan insiden pada Jumat itu. Ortega diperkirakan masih berada di wilayah Washington, setelah drama itu.

Presiden Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama berada di California pada saat penembakan itu terjadi. Dari sana mereka terus menuju ke Hawaii untuk menghadiri pertemuan Forum Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

Berita tentang penemuan peluru tersebut muncul tak lama setelah Obama mendarat di Australia untuk kunjungan singkat selama 27-jam pada Rabu, lapor Fox News. Dinas Rahasia kini menyelidiki bagaimana peluru itu menghantam jendela luar Gedung Putih dan siapa yang menembakkannya.