pemuda-muslim-dpukuli

Pemuda Muslim terus dipukuli hingga tak berdaya tersungkur di tanah sebelum akhirnya ia ditebas secara keji dengan pedang

Jakarta -Kekerasan terhadap kaum muslim Rohingya dan Kaman di Arakan, khususnya, dan umat Islam di bagian lain Myanmar pada umumnya terus berlangsung. Lembaga HAM internasional Human Right Watch dengan detil melaporkan peran otoritas, termasuk biksu, politisi lokal, dan pejabat pemerintah, juga pasukan keamanan yang telah melakukan pembersihan etnis secara terorganisir terhadap Muslim Rohingya.

Dalam laporan Reuters, khutbah bernada kebencian memang seringkali dialamatkan kepada Muslim di Myanmar. Bahkan, para biksu mengusung gerakan 969 sebagai simbol pembersihan kepada kelompok Muslim. dikutip ROL

Para ekstrimis Buddha terus melancarkan serangan sistematis terhadap umat Islam di wilayah Myanmar. Lebih dari 5.000 muslim dibunuh dengan berbagai cara dan lebih dari 120.000 orang digusur dari tanah mereka sendiri.

Seperti dilaporkan oleh M-Media pada Ahad (24/3), pada Ahir Maret  tahun 2013 terjadi penyerangan besar besaran  di Meiktila yang berawal dari perselisihan kecil antara penjaga toko emas milik Muslim dan pelanggan Buddhis pada Rabu (20/3/2013). Tak jelas permasalahannya dan siapa yang salah di antara mereka,

Tak lama setelah pertengkaran itu, meletuslah serangan besar-besaran karena pelanggan itu tidak pergi melapor ke kantor polisi melainkan kembali dengan membawa massa yang banyak, para anggota “969″, mereka mulai menghancurkan toko emas itu dan berlanjut membakar rumah-rumah warga, masjid-masjid, serta sekolah-sekolah Islam di kota itu. Dan kemudian mulai membunuhi warga Muslim. Yang paling buruk adalah 28 siswa dan 4 guru di sebuah sekolah Islam dibakar hidup-hidup, menurut laporan tersebut.

Penyerangan melebar luas seperti di Mandalay, sebuah kabupaten Muslim dibakar. Orang-orang terlihat melarikan diri dari  kobaran api yang membakar rumah mereka ke semak-semak, tetapi seorang pemuda Muslim tertangkap sekelompok ekstrimis Buddhis seperti terekam video dibawah ini

 

Dalam Video di atas meperlihatkan sebuah pembantain terhadap seorang muslim yang tak berdaya. Terlihat dalam tayang di menit pertama, korban diktahui seorang muslim lalu dikejar, dipukuli pakai kayu kemudian korban dieksekusi dengan pedang. Perhatikan pada detik ke 23 (00:23), seorang eksekutor yang menggunakan kaos berwarna putih itu memenggal leher korban dengan sekali ayunan pedang. Tampaknya setelah melihat korban tak bernyawa, mereka meninggalkan jasad korban.

Bukti-bukti kekejaman terhadap Muslim di Myanmar oleh ekstrimis Buddhis -termasuk bhiksu- dan juga otoritasnya yang membiarkan, telah terungkap dan tersebar luas, masihkah terus menyangkal?

Ironis….umat Buddha yang minoritas di Indonesia dihormati oleh mayoritas muslim, mereka hidup aman, damai, beribadah dengan tenang dan dapat hidup dengan layak. Sementara nasib tragis diderita oleh minoritas muslim di Myanmar. Mereka ditindas oleh mayoritas Budhha, dibuang, dirampok, hidup setiap hari dalam tekanan dan penyiksaan….Mata dunia seolah tertutup ….Mana suara para pembela hak azazi manusia?