KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW SEKITAR SHALAT

Selalu shalat sunnah fajar
Meringankan shalat sunnah fajar
Membaca surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun dalam shalat fajar (ayat lain yang dibaca Nabi dalam shalat sunnah fajar)
Berbaring sejenak setelah shalat sunnah fajar
Mengerjakan shalat sunnah di rumah
Selalu shalat sunnah empat rakaat sebelum dhuhur
Mengganti dengan empat rakaat setelah duhur jika tidak sempat shalat sebelumnya
Shalat sunnah dua atau empat rakaat sebelum ashar
Shalat sunnah dua rakaat sesudah maghrib
Shalat sunnah setelah Isya’
Mengakhirkan shalat Isya’
Memanjangkan rakaat pertama dan memendekkan rakaat kedua
Selalu shalat malam (waktu shalat malam Rasulullah saw)
Menggosok gigi apabila bangun malam
Membuka shalat malam dengan 2 rakat ringan
Shalat malam sebelas rakaat (format shalat malam Nabi sebelas rakaat)
Memanjangkan shalat malamnya
Membaca surat Al-A’la, Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam shalat witir
Mengganti shalat malam di siang hari jika berhalangan
Shalat dhuha empat rakaat
Tetap duduk hingga matahari bersinar setelah shalat subuh
Meluruskan shaf sebelum mulai shlaat jama’ah
Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram, akan ruku’ dan bangun dari ruku’
Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri
Mengarahkan pandangan ke tempat sujud
Merenggangkan kedua tangan ketika sujud hingga tampak ketiaknya yang putih
Memberi isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahhud dan mengarahkan pandangan ke arah jari telunjuk
Meringankan tasyahhud pertama
Meringankan shalat jika berjama’ah
Menghadap ke arah kanan makmum selesai shalat jama’ah
Bersegera ke masjid begitu masuk waktu shalat
Selalu memperbarui wudhu setiap kali akan shalat
Tidak menshalatkan jenazah yang masih berhutang
Menancapkan tombak sebagai pembatas jika shlaat di tanah lapang
Mengajari shalat kepada orang yang baru masuk Islam

II. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI HARI JUM’AT DAN DUA HARI RAYA

Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam shalat subuh di hari Jum’at
Memotong kuku dan kumis setiap hari Jum’at
Mandi pada hari Jum’at
Memakai pakaian terbaik untuk shalat jum’at
Memendekkan khutbah Jum’at dan memanjangkan shalat
Serius dalam khutbahnya dan tidak bergurau
Duduk di antara dua khutbah Jum’at
Membaca surat Al-A’la dan Al-Ghasyiyah dalam shalat Jum’at
Shalat sunnah setelah jum’at
Tidak langsung shalat sunnah setelah Jum’at
Mandi sebelum berangkat shalat Id
Memakai pakaian teraik ketika shalat Id
Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Idul Fitri
Baru makan sepulang dari melaksanakan shalat Idul Adha
Shalat Id di tanah lapang
Mengajak semua keluarganya ke tempat shalat Id
Memperlambat pelaksanaan shalat Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat Idul Adha
Langsung shalat Id tanpa Adzan dan Iqomah
Dua kali khutbah dengan diselingi duduk
Pergi dan pulang melalui jalan yang berbeda
Berjalan kaki menuju tempat shalat Id
Membaca surat Qaaf dan Al-Qamar dalam shalat Id
Menyembelih hewan kurban di tempat pelaksanaan shalat Id

III. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MASALAH PUASA

Puasa dan berbuka secara seimbang
Berbuka puasa sebelum shalat maghrib
Berbuka dengan korma
Tetap puasa meskipun bangun dalam keadaan junub
Berpuasa jika tidak mendapatkan makanan di pagi hari
Membatalkan puasa sunnah jika memang ingin makan
Banyak puasa di bulan sya’ban
Puasa enam hari syawal
Puasa hari Arafah
Puasa Asyura atau sepuluh muharam
Puasa hari senin dan kami
Puasa tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan
Mencium istri di siang hari

IV. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DI BULAN RAMADHAN

Memperbanyak sedekah
Memperbanyak membaca Al-Qur’an
Mengakhirkan waktu sahur
Puasa wishal
Memperbanyak shalat malam (menghidupkan malam ramadhan)
I’tikaf
Menghidupkan sepuluh malam terakhir dan membangunkan keluarganya
Menyuruh para sahabat agar bersungguh-sungguh mencari lailatul qadar

V. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM MAKAN DAN MINUM

Tidak pernah mencela makanan
Tidak makan sambil bersandar
Makan dan minum dengan tangan kanan
Makan dengan tiga jari
Menjilati jari-jemari dan tempat makan selesai makan
Mengambil nafas tiga kali ketika minum
Minum dengan duduk dan berdiri
Mulai makan dari pinggir tempat makan
Berdo’a sebelum dan sesudah makan
Tidak pernah kenyang dua hari berturut-turut
Tidak pernah makan di depan meja makan

VI. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM TIDURNYA

Tidur dalam keadaan suci
Tidur di atas bahu sebelah kanan
Meletakkan tangan di bawah pipi
Meniup kedua tangan dan membaca do’a lalu mengusapkannya ke badan
Tidak suka tidur sebelum Isya’
Tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir
Berwudlu dulu jika akan tidur dalam keadaan junub
Berdo’a sebelum dan setelah bangun tidur
Membaca do’a jika terjaga dari tidur
Tidur matanya namun tidak tidur hatinya
Menyilangkan kaki jika tidur di masjid
Tidur hanya beralaskan tikar
Tidak menyukai tidur tengkurap

VII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM BEPERGIAN

Berlindung kepada Allah dari beban perjalanan jika hendak bepergian
Sengang bepergian pada hari kamis
Senang pergi pada pagi hari
Menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari
Melindungi diri atau menjauh jika buang haajt
Berada di barisan belakang saat bepergian
Bertakbir tiga kali ketika telah berada di atas kendaraan
Bertakbir saat jalanan naik dan bertasbih saat jalanan menurun
Berdo’a jika tiba waktu malam
Berdo’a jika melihat fajar dalam perjalanan
Berdo’a ketika kembali dari bepergian
Mendatangi masjid terlebih dahulu saat baru tiba dan shalat dua raka’at
Mengundi istri-istrinya jika bepergian
Shalat di atas kendaraan
Menghadap ke arah kiblat terlebih dahulu jika shalat di atas kendaraan
Mendo’akan orang yang ditinggal pergi
Mendo’akan orang yang akan bepergian
Memberi bagian tersendiri kepada orang yang diutus pergi

VIII. KEBIASAAN-KEBIASAAN NABI SAW DALAM DZIKIR DAN DO’ANYA

Senang berdoa dengan do’a yang ringkas
Membaca istighfar tiga kali dan berdzikir selepas shalat
Membaca istighfar tujuh puluh kali hingga seratus kali setiap hari
Membaca shalat dan salam atas dirinya jika masuk dan keluar dai masjid
Membaca do’a di pagi dan sore hari
Membaca do’a di akhir majlis
Membaca do’a saat keluar rumah
Berdo’a jika masuk dan keluar kamar kecil
Berdoa jika memakai pakaian baru
Berdo’a jika merasa sakit
Berdo’a jika melihat bulna
Memanjatkan do’a di saat sulit
Berdo’a jiika takut pada suatu kaum adan saat bertemu musuh
Berdo’a jika bertiup angin kencang

IX. PERNIK-PERNIK KEBIASAAN NABI SAW

Selalu mengingat Allah di setiap waktu
Mengulangi perkataan hingga tiga kali dan bicara dengan suara yang jelas
Selalu mendahulukan yang kanan
Menutup mulut dan merendahkan suara apabial bersin
Tidak menolak jika diberi minyak wangi
Tidak pernah menolak hadiah
Selalu memilih yang lebih mudah
Bersujud syukur jika mendapat kabar gembira
Bersujud tilawah jika membaca ayat sajdah
Tidak datang ke rumah pada wkatu malam melainkan pada pagi dan sore hari
Tidak suka berbincang-bincang setelah Isya’
Tidak senang menyimpan harta dan selalu memberi jika ada yang meminta
Mengulang salam hingga tiga kali
Turut mengerjakan pekerjaan rumah
Pergi ke masjid Quba setiap sabtu
Sangat marah jika hukum Allah dilanggar namun tidak marah jika dirinya disakiti
Berubah warna mukanya jika tidak menyukai sesuatu
Memilih waktu yang tepat dalam menasehati
Tidak bohong dalam bergurau
Berdiri apabila melihat iringan jenazah
Baru mengangkat pakaian jika telah dekat dengan tanah saat buang hajat
Buang air kecil dengan jongkok
Bermusyawarah jika membicarakan suatu masalah yang penting
Menyuruh istrinya agar memakai kain jika ingin menggaulinya dalam keadaan haidh

uripsantoso.wordpress.com

*Kuitipan: Akaha, Abduh Zulfidar, 160 Kebiasaan Nabi saw, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta Timur, cetakan I, 2002